Unicef: Anak Muda Rentan Terkena Bahaya di Media Sosial

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi kekerasan terhadap anak. Shutterstock

    Ilustrasi kekerasan terhadap anak. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI) bersama UNICEF mengumumkan pemenang AJI-UNICEF Media Awards yang mengangkat pemberitaan mengenai isu hak-hak anak secara luar biasa. Penghargaan tahunan ini mengangkat berita terbaik mengenai hak-hak anak di Indonesia.

    AJI dan UNICEF setiap tahun memberikan tema berbeda untuk ajang penghargaan ini. Pada tahun ini, tema berfokus pada tantangan melindungi anak dari paparan langsung ke internet (online). Tema ini juga menjadi tema utama pada pelatihan media yang diselenggarakan AJI dan UNICEF di September lalu.

    Perwakilan UNICEF, Gunilla Olsson, mengungkapkan dua ajang tersebut menjadi kesempatan bagi para jurnalis untuk menggali lebih jauh serta mendemonstrasikan keahlian mereka dalam memberitakan isu mengenai hak-hak anak secara lebih etis.

    “Kami telah menggelar ajang penghargaan ini sejak 2006,” katanya dalam siaran pers, Rabu, 30 November 2016. Ajang ini, lanjutnya, diselenggarakan untuk mendorong peliputan yang baik dan menyeluruh mengenai masalah hak-hak anak di Indonesia. Semua jurnalis berhak mengikuti seleksi Award ini, baik jurnalis yang mengikuti pelatihan media ataupun bagi yang tidak.

    Tahun ini ada 339 artikel yang diterima dari semua kategori penghargaan, termasuk berita di media cetak dan digital, berita foto, berita radio, dan televisi. “Saya menekankan pentingnya peran jurnalis dalam meningkatkan kepedulian dan mendorong diskusi publik tentang tantangan dan pencapaian yang ada saat mengimplementasikan hak-hak anak di Indonesia,” katanya.

    Apakah mereka yang berbasis di sebuah pulau terpencil atau daerah padat penduduk di kota, jurnalis di Indonesia memiliki peran yang unik membawa masalah ini ke diskusi publik. “Anak-anak tidak memiliki kesempatan yang cukup untuk melindungi dan menyuarakan hak-hak mereka, sehingga jurnalis dapat menolong mereka dengan menyampaikan suara mereka dan menekankan betapa pentingnya masalah ini kepada masyarakat luas,” terangnya.

    Setelah berunding selama beberapa minggu dengan AJI dan KPAI untuk menentukan artikel terbaik dari semua, tambahnya, pemenang-pemenang untuk penghargaan tahun ini adalah Kategori Television oleh Halimah Tusadiah – Net TV, Kategori Radio oleh Marhasak Reinardo Sinaga – LPP RRI Pontianak, Kategori Media Cetak dan Media Digital oleh Tri Joko Her Riadi – Harian Pikiran Rakyat, Kategori Foto oleh Lucky Pransiska – kompas.com.

    “Untuk kategori penghargaan khusus untuk tahun ini diberikan kepada Zulfikar Husein dari Viva.id untuk topik Keamanan Digital dengan artikelnya yang berjudul Menyulap Facebook Menjadi Beasiswa,” jelasnya.

    Dia mengungkapkan sebesar 15 persen dari masyarakat Indonesia terhubung internet. Sementara beberapa di antaranya adalah anak muda yang menikmati berbagai macam manfaat dari internet.

    Anak-anak muda ini juga rentan terhadap bahaya yang ditimbulkan dari media sosial, seperti pelecehan seksual, perundungan (bullying), atau pelanggaran privasi. “Penting bagi media untuk memonitor hak-hak anak ini,” tuturnya.

    BISNIS

    Artikel lain:
    Makan Sayuran Mentah Ternyata Lebih Sehat, Lho!
    Probiotik Juga Sahabat Payudara Lho, Bukan Cuma Usus
    Tangan dan Kaki Tiba-tiba Terasa Dingin, Deteksi Penyebabnya


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.