Setya Novanto Jadi Ketua DPR, Jokowi: Bukan Urusan Eksekutif  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi memberikan sambutan saat Munas Realestat Indonesia (REI) ke-XV di Jakarta, 29 November 2016. TEMPO/Bambang Harymurti

    Presiden Jokowi memberikan sambutan saat Munas Realestat Indonesia (REI) ke-XV di Jakarta, 29 November 2016. TEMPO/Bambang Harymurti

    TEMPO.CO, Jakarta – Presiden Joko Widodo akhirnya berkomentar soal kembalinya Setya Novanto menjadi Ketua Dewan Perwakilan Rakyat. Di depan ratusan anggota Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia dalam acara Rapimnas Kadin 2016, Presiden menyampaikan kembalinya Setya Novanto bukan merupakan urusan eksekutif.

    “Yang urusan pergantian Ketua DPR, ya, sudah urusan ketua DPR. Kok, ya, malah saya yang sering ditanya?” ujar Presiden Joko Widodo sambil tertawa di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis, 1 Desember 2016.

    Sebagaimana diketahui, Setya Novanto resmi kembali menjadi Ketua DPR setelah seluruh fraksi menyatakan setuju dengan keputusan Golkar mencopot Ade Komarudin dari jabatan Ketua DPR. Setya dan Ade merupakan politikus Golkar.

    Dahulu, Setya Novanto sempat mengundurkan diri dari posisi Ketua DPR setelah namanya disebut-sebut terlibat kasus “papa minta saham”, yang mengindikasikan dia meminta saham sebagai ganti kemudahan perpanjangan kontrak karya Freeport.

    Presiden Joko Widodo mengaku sudah sering menjelaskan kembali Setya Novanto adalah urusan legislatif (DPR), bukan eksekutif seperti dia. Karena itu, kata dia, jika ingin bertanya soal Setya Novanto, sebaiknya ditanyakan ke DPR.

    ”Jangan ditanyakan ke saya. Ini yang terus saya sampaikan,” ujar Presiden Jokowi.

    ISTMAN MP



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Skuter Listrik Pasca Insiden GrabWheels Belum Ada Rujukan

    Pemerintah Provinsi DKI berencana mengeluarkan aturan soal skuter listrik setelah insiden dua pengguna layanan GrabWheels tewas tertabrak.