Jaksa Pungli Ditangkap, Jaksa Agung Bicara  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Kepolisian RI Komisaris Jenderal Tito Karnavian (kiri) berbincang dengan Jaksa Agung M Prasetyo saat menghadiri acara pengarahan tax amnesty di Istana Negara, Jakarta, 28 Juli 2016. TEMPO/Aditia Noviansyah

    Kepala Kepolisian RI Komisaris Jenderal Tito Karnavian (kiri) berbincang dengan Jaksa Agung M Prasetyo saat menghadiri acara pengarahan tax amnesty di Istana Negara, Jakarta, 28 Juli 2016. TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Jaksa Agung M. Prasetyo mengatakan tak ada sandiwara dalam penangkapan Achmad Fauzi, jaksa yang diduga menerima pungutan liar (pungli) dari Abdul Manan, pihak berperkara.

    Prasetyo mengatakan penangkapan itu murni karena kejaksaan ingin membersihkan internal lembaganya. "Tidak ada sandiwara yang sudah tahu dulu atau keduluan," ucap Prasetyo dalam acara Konferensi Nasional Pemberantasan Korupsi di Balai Kartini, Jakarta, Kamis, 1 Desember 2016.

    Achmad Fauzi ditangkap Satuan Tugas Sapu Bersih (Saber) pungli pekan lalu di Surabaya. Jaksa yang bertugas di Kejaksaan Tinggi Jawa Timur itu diduga menerima suap sebesar Rp 1,5 miliar.

    Fauzi adalah salah satu anggota tim penyidik kasus dugaan penjualan tanah kas Desa Kalimook, Kecamatan Kalianget, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur. Salah satu pembeli tanah kas desa itu adalah Haji Abdul Manan. Abdul Manan diduga menyuap Fauzi agar tidak dijadikan tersangka dalam perkara tersebut.

    BacaBerkas Ahok P-21, Kuasa Hukum: Ini Proses Hukum Supercepat

    Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Agus Rahardjo menuturkan sebelumnya lembaganya telah menyelidiki perkara itu. Namun kejaksaan lebih dulu menangkap Fauzi dan Manan.

    Prasetyo mengatakan kejaksaan tidak melindungi jaksa yang bermasalah. Ia bahkan menjanjikan berkas kedua tersangka akan segera dilimpahkan ke pengadilan.

    "Kami tidak main-main. Kami punya sepuluh ribu jaksa. Kalau ada dua-tiga jaksa yang tidak bagus, akan kami tindak tegas," ujar Prasetyo. "Jaksa banyak yang baik, berintegritas, dan melaksanakan tugas."

    MAYA AYU PUSPITASARI



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.