FGKM-PI Siap Membersihkan Taman dalam Aksi 212

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Forum Gerakan Kader Muda Persatuan Islam (FGKM-PI) menggelar konfrensi pers ihwal Aksi Bela Islam III di Jakarta, 30 November 2016. FGKM-PI telah menyiapkan lebih dari 25 ribu massa dan 2 ribu santri untuk menjaga kebersihan jelang aksi 2 Desember mendatang. Tempo/REZA SYAHPUTRA

    Forum Gerakan Kader Muda Persatuan Islam (FGKM-PI) menggelar konfrensi pers ihwal Aksi Bela Islam III di Jakarta, 30 November 2016. FGKM-PI telah menyiapkan lebih dari 25 ribu massa dan 2 ribu santri untuk menjaga kebersihan jelang aksi 2 Desember mendatang. Tempo/REZA SYAHPUTRA

    TEMPO.CO, Jakarta - Forum Gerakan Kader Muda Persatuan Islam (FGKM-PI) menyatakan siap membantu membersihkan taman dalam aksi 2 Desember atau aksi 212 nanti. Juru bicara FGKM-PI, Nizar Ahmad Saputra, mengatakan telah mempersiapkan sekitar dua ribu santri untuk menjaga kebersihan. Para santri itu berasal dari Pondok Pesantren Bambu Apus, Cipayung, Jakarta Timur.

    "Kami telah mempersiapkan dua ribu santri dari Bambu Apus untuk menjaga kebersihan taman," kata Nizar dalam Konferensi Pers Aksi Bela Islam III di Jakarta, Rabu, 30 November 2016. "Selain aksi damai, komitmen kami adalah menjaga lingkungan."

    Nizar menambahkan, FGKM-PI mendukung aksi super damai Bela Islam III pada 2 Desember mendatang yang dilaksanakan di lapangan Monas. Menurut Nizar, persiapan mereka untuk mengikuti aksi telah matang. Mereka memperoleh kebutuhan logistik dan penginapan dengan cara swadaya dari organisasi dan masing-masing peserta. "Akomodasi murni swadaya masing-masing yang tergerak hatinya untuk Aksi Bela Islam III," kata Nizar.

    Nizar menuturkan pihaknya akan mengikuti aturan hukum dan kesepakatan yang ada dalam aksi damai 2 Desember. "Tidak ada orasi. Tuntutan akan disampaikan melalui tausiah agama," kata Nizar.

    REZA SYAHPUTRA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Skuter Listrik Pasca Insiden GrabWheels Belum Ada Rujukan

    Pemerintah Provinsi DKI berencana mengeluarkan aturan soal skuter listrik setelah insiden dua pengguna layanan GrabWheels tewas tertabrak.