Dituntut 6 Tahun, La Nyalla: Gara-gara Bola Saya Diginiin

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan Ketua Umum Kadin Jatim La Nyalla Mahmud Mattalitti, mendengarkan pembacaan dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum untuk dirinya di Pengadilan Tipikor, Jakarta, 5 September 2016. JPU mendakwa La Nyalla melakukan tindak pidana korupsi dengan menggunakan dana hibah Kadin Jatim tidak sesuai dengan peruntukannya melainkan digunakan untuk kepentingan diri sendiri sebesar Rp 1,105 miliar. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Mantan Ketua Umum Kadin Jatim La Nyalla Mahmud Mattalitti, mendengarkan pembacaan dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum untuk dirinya di Pengadilan Tipikor, Jakarta, 5 September 2016. JPU mendakwa La Nyalla melakukan tindak pidana korupsi dengan menggunakan dana hibah Kadin Jatim tidak sesuai dengan peruntukannya melainkan digunakan untuk kepentingan diri sendiri sebesar Rp 1,105 miliar. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Ketua Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia La Nyalla Mattalitti berharap Indonesia mampu mengatasi Vietnam dalam babak semifinal turnamen Piala AFF 2016 di stadion Pakansari, Bogor, Sabtu, 3 Desember 2016. Ia  berpesan kepada seluruh pemain agar meningkatkan prestasi dan banyak berdoa.

    "Saya berharap Indonesia bisa menang, semoga bisa juara. Pesan-pesannya tingkatkan prestasi, berdoa," kata La Nyalla seusai menjalani persidangan kasus korupsi dana hibah Kamar Dagang dan Industri  Jawa Timur  2011-2014 di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Rabu, 30 November 2016.

    Ketika ditanya prediksi skor pertandingan, La Nyalla ogah menanggapi. Sambil tertawa, dia mengatakan bahwa dia bukan dukun. "Saya bukan dukun, saya nggak mau ngomong. Saya mau konsentrasi. Gara-gara sepak bola saya diginiin. Difitnah," ujar dia terkekeh.

    La Nyalla menjabat sebagai Ketua Umum PSSI periode 2012-2016. Ia tersandung kasus korupsi dana hibah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Jawa Timur saat menjabat sebagai Ketua Kadin periode 2010-2014. 

    Dalam persidangan tersebut La Nyalla dituntut hukuman penjara 6 tahun dan denda Rp 500 juta subsider 6 bulan kurungan. Mantan Ketua Kadin Jawa Timur itu juga wajib mengembalikan kerugian negara sebesar Rp 1,1 miliar.

    Jaksa penuntut umum menyatakan La Nyalla terbukti memperkaya diri sendiri sebesar Rp 1,1 miliar. Keuntungan itu didapatkan dari hasil penjualan saham Bank Jatim senilai Rp 6,4 miliar. Saham tersebut sebelumnya dibeli menggunakan dana hibah dengan harga Rp 5,3 miliar.

    MAYA AYU PUSPITASARI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.