Sidang Pembunuhan Polisi Bali, Saksi: Darah di Baju Turis  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dua terdakwa pembunuhan polisi, James Taylor asal Inggris (kanan) dan pacarnya Sara Connor asal Australia berjalan menuju sel saat akan menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri Denpasar, Bali, 9 November 2016. TEMPO/Johannes P. Christo

    Dua terdakwa pembunuhan polisi, James Taylor asal Inggris (kanan) dan pacarnya Sara Connor asal Australia berjalan menuju sel saat akan menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri Denpasar, Bali, 9 November 2016. TEMPO/Johannes P. Christo

    TEMPO.CO, Denpasar - Sidang terdakwa David James Taylor, turis asal Inggris yang terlibat kasus pembunuhan anggota Unit Lalu Lintas Polsek Kuta, Ajun Inspektur Dua Wayan Sudarsa, kembali dilanjutkan. Saat sidang pada Rabu, 30 November 2016, Zaenal Rakhi El Faqih, penyewa papan selancar di Pantai Kuta; Putu Nita Agustini, pemilik penginapan Kubu Kauh Beach Inn;  Edi Sasongko, penyewa motor di Kuta; I Nengah Astika, penyewa motor di Jimbaran; dan I Gede Suartama, pengemudi ojek, hadir menjadi saksi.

    Gede mengatakan, saat kejadian, dirinya sedang melintas di seputar jalan Pantai Kuta. Saat itu, Sara Connor, warga Australia, terdakwa lain dalam kasus yang sama, menghampiri dirinya. "Sara stop saya waktu itu kira-kira pukul 01.00 (17 Agustus 2016). Ketika dia mau naik, saya enggak mau karena lihat darah di bajunya," katanya di Pengadilan Negeri Denpasar. "Dia (Sara) mau minta diantar ke kantor polisi untuk melaporkan tasnya yang hilang."

    Menurut Gede, saat itu, ia melihat David tengah ada di pinggiran trotoar sambil memegang senter. "Dia terlihat seperti lagi cari-cari sesuatu," ujarnya. Saat itu, Ketua Majelis Hakim Yanto sempat menanyakan apakah tidak ada kecurigaan saat Gede melihat darah itu.

    "Saya ini tidak berani lihat darah. Kalau lihat darah, saya trauma. Jadi saya langsung jalan lagi," tuturnya.

    Saksi Zaenal juga bersaksi hal yang tak jauh berbeda. Saat pukul 01.45, ia sedang melintas berboncengan dengan rekan kerjanya, Rizki Zulfikar. "Cukup dekat, sekitar tiga meter, saya lihat dia (David) memakai celana pendek, baju cokelat lengan pendek, semua (David dan Sara) berlumuran darah," katanya. "Saat lihat itu (berlumuran darah), saya jalan lagi."

    Ketika melintas, laju kendaraannya sangat pelan persis di tepian trotoar. Namun ia tidak merasa curiga dengan darah yang berlumuran di tubuh pasangan kekasih bule itu. "Besoknya, saya dengar dari polisi ada pembunuhan. Waktu itu saya kira (mereka) mabuk Sara berantem sama David, ternyata bukan masalah itu," ujarnya.

    BRAM SETIAWAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.