Ini Sinyal dari Istana Soal Ade Komarudin  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Juru Bicara Presiden Johan Budi menyampaikan keterangan pers terkait pembentukan Badan Restorasi Gambut di Istana Merdeka, Jakarta, 13 Januari 2016. Johan Budi yang juga mantan Pimpinan KPK tersebut mulai bertugas sebagai Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi usai dilantik Presiden Joko Widodo Selasa (12/1). ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma

    Juru Bicara Presiden Johan Budi menyampaikan keterangan pers terkait pembentukan Badan Restorasi Gambut di Istana Merdeka, Jakarta, 13 Januari 2016. Johan Budi yang juga mantan Pimpinan KPK tersebut mulai bertugas sebagai Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi usai dilantik Presiden Joko Widodo Selasa (12/1). ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma

    TEMPO.CO, Jakarta – Juru bicara Kepresidenan, Johan Budi, mengatakan pihak istana tidak menawarkan jabatan tertentu kepada politikus Partai Golkar, Ade Komarudin. Johan mengatakan Presiden Joko Widodo tidak pernah ikut campur dalam urusan posisi mantan Ketua DPR RI.

    “Tidak benar. Itu domain partai politik dan DPR,” kata Johan melalui pesan pendek kepada Tempo, Rabu, 30 November 2016. Dia mengklarifikasi atas adanya isu bahwa Ade Komarudin bakal mendapat posisi di pemerintahan setelah tidak lagi menjabat Ketua DPR.

    Dewan Perwakilan Rakyat pada Rabu sore menggelar sidang paripurna untuk mengganti Ketua DPR dari Ade Komarudin ke Setya Novanto. Keduanya merupakan politikus Partai Golkar. Sidang paripurna ini dihadiri empat Wakil Ketua DPR, yaitu Fadli Zon, Fahri Hamzah, Taufik Kurniawan, dan Agus Hermanto.

    Ade—biasa disapa Akom—tidak hadir di sidang paripurna lantaran berada di luar negeri untuk berobat. Setya Novanto hadir dalam sidang paripurna ini. Dia datang didampingi Ketua Harian Partai Golkar Nurdin Halid.

    ADITYA BUDIMAN | AHMAD FAIZ



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.