Ridwan Kamil Gandeng Manila Water Atasi Kebocoran Pipa PDAM  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Puluhan pipa milik sejumlah perusahaan BUMD dan Swasta, meliuk di Sungai Cimahi, di Desa Kertawangi, Cisarua, Bandung, 3 Desember 2014. Dari puluhan perusahaan baik BUMD maupun swasta, terbukti hanya PDAM Tirta Raharja yang memiliki izin untuk memanfaatkan air baku sungai Cimahi. TEMPO/Prima Mulia

    Puluhan pipa milik sejumlah perusahaan BUMD dan Swasta, meliuk di Sungai Cimahi, di Desa Kertawangi, Cisarua, Bandung, 3 Desember 2014. Dari puluhan perusahaan baik BUMD maupun swasta, terbukti hanya PDAM Tirta Raharja yang memiliki izin untuk memanfaatkan air baku sungai Cimahi. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Bandung - Pemerintah Kota Bandung berupaya mengurangi tingkat kebocoran pipa-pipa air bersih yang dikelola badan usaha milik daerah, PDAM Tirtawening.
    Salah satu langkah yang diambil adalah menggandeng perusahaan air minum asal Filipina, Manila Water.

    "Alhamdulillah, sample dari sebuah daerah kerja sama PDAM dengan Manila Water ini bisa menurunkan tingkat kebocoran dari 59 persen ke 35 persen," ucap Wali Kota Bandung Ridwan Kamil, Rabu, 30 November 2016.

    Alasan Ridwan menggandeng Manila Water adalah perusahaan Filipina ini memiliki manajemen dan teknologi pendeteksi kebocoran pipa air yang cukup canggih. Ridwan memuji Manila Water sebagai salah satu perusahaan air terbaik di Asia.

    "Kami juga banyak mengalami kebocoran air, tapi dia (Manila Water) ada teknologinya, ada alatnya yang bisa mendeteksi kebocoran," ujarnya.

    Kerja sama antara PDAM Tirtawening dan Manila Water akan menggunakan sistem business-to-business. "Karena kebocoran itu artinya ada air mubazir, kemudian ada peluang yang hilang berupa uang. Selain itu, banyak daerah komplain tidak dilayani, padahal airnya ada. Gara-gara ada kebocoran, jadi tidak terlayani," tuturnya.

    PUTRA PRIMA PERDANA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.