Besok Pagi, Kejaksaan Agung Tentukan Sikap Atas Kasus Ahok

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Brigadir Jenderal Agus Adrianto (kiri) menyerahkan berkas Kasus dugaan penistaan agama dengan tersangka Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok kepada ketua tim jaksa peneliti kasus, Ali Mukartono (kanan) di Kejaksaan Agung, Jakarta, 25 November 2016. Berkas perkara Ahok tersebut terdiri dari 3 bundel dan jumlahnya 826 halaman. TEMPO/M Iqbal Ichsan

    Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Brigadir Jenderal Agus Adrianto (kiri) menyerahkan berkas Kasus dugaan penistaan agama dengan tersangka Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok kepada ketua tim jaksa peneliti kasus, Ali Mukartono (kanan) di Kejaksaan Agung, Jakarta, 25 November 2016. Berkas perkara Ahok tersebut terdiri dari 3 bundel dan jumlahnya 826 halaman. TEMPO/M Iqbal Ichsan

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Muhamamd Rum, menyatakan pihaknya akan menentukan sikap atas kasus Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok pada Rabu pagi, 30 November 2016. Rum enggan menjelaskan apakah sikap yang dimaksud artinya menyatakan lengkap atau P21 terhadap berkas perkara Ahok. 

    "Menentukan sikap, ya menentukan sikap. Ya kalian terjemahkan saja sendiri," kata Rum di kantornya, Selasa, 29 November 2016.

    Rum menerangkan hingga saat ini tim jaksa penuntut umum masih meneliti berkas perkara kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan Ahok. Kata dia, berkas tersebut harus memenuhi syarat formil dan materiil agar dapat dinyatakan P21. Setelah P21, Polri akan menyerahkan barang bukti dan tersangka sebagai proses Tahap Dua. Kemudian, Kejaksaan melimpahkannya ke Pengadilan Negeri.

    Siang tadi, Kepala Kepolisian RI Jenderal Tito Karnavian menemui Jaksa Agung Muhammad Prasetyo. Namun, Tito tampak menghindar dari jurnalis. Sejumlah petugas dari Polri dan Kejaksaan Agung justru menghalang-halangi jurnalis yang ingin meliput. 

    Rum menegaskan kedatangan Kapolri Tito tak akan mempengaruhi sikap jaksa. Ia pun menyatakan tidak tahu pembahasan antara Tito dan Prasetyo. "Intinya tidak akan ada intervensi dari siapa pun," ujar Rum.

    Kemarin siang, Tito berujar kemungkinan berkas Ahok dinyatakan lengkap pada hari ini. "Insya Allah besok (hari ini) berkas Pak Ahok P21. Sehingga tahap dua akan bisa dilaksanakan pada pekan ini," kata Tito di kantor Majelis Ulama Indonesia, Senin, 28 November 2016.

    DEWI SUCI RAHAYU

    Baca juga:
    Demo 212, Ormas Surakarta Siapkan Massa Lebih Besar
    MUI Gagas Rujuk Nasional, Jokowi: Lah, yang Berantem Siapa?
    Jokowi Kirim Sinyal Tak Ikut Rembuk Nasional 2 Desember


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Ahok, dari DPRD Belitung hingga Gubernur DKI Jakarta

    Karier Ahok bersinar lagi. Meski tidak menduduki jabatan eksekutif, ia akan menempati posisi strategis: komisaris utama Pertamina.