MUI Gagas Rujuk Nasional, Jokowi: Lah, yang Berantem Siapa?

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo berbincang dengan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar di Istana Merdeka, Jakarta, 29 November 2016. TEMPO/Subekti

    Presiden Joko Widodo berbincang dengan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar di Istana Merdeka, Jakarta, 29 November 2016. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo  tidak sepaham dengan Majelis Ulama Indonesia soal perlunya digelar rujuk nasional selain rembug nasional terkait situasi politik yang memanas pasca demo 4 November. Menurut Presiden Joko Widodo, rujuk hanya perlu dilakukan jika ada situasi pertengkaran.

    "Lah, yang berantem itu siapa? Rujuk itu kan kalau ada yang berantem," ujar Presiden Joko Widodo usai menjamu Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar di Istana Kepresidenan, Selasa, 29 November 2016.

    Sebelumnya, Ketua Majelis Ulama Indonesia menggagas pertemuan rujuk nasional untuk menghilangkan kecurigaan dan prasangka yang ada pascademo 4 November 2016. Sebagaimana diketahui, sebelum dan sesudah demo tersebut, ada kecurigaan bahwa pemerintah melindungi calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok terkait kasus penistaan agama.

    Baca juga:
    Elektabilitas Turun, Ahok Minta Tim dan Partai Kerja Keras
    Presiden Akan Lebih Sering Bertemu Tokoh Politik

    Ma'ruf meminta rujuk nasional itu digelar secepatnya. Apabila memungkinan, acara rujuk itu digelar bersamaan dengan rembug nasional yang akan digelar seusai kegiatan 2 Desember di Monas.

    Jokowi menganggap rujuk nasional itu tidak perlu karena ia yakin hubungan pemerintah dengan organisasi-organisasi Islam, tak terkecuali MUI, baik-baik saja. Lagipula, kata ia, dirinya sudah sering menggelar pertemuan dengan organisasi-organisasi Islam tersebut.

    "Ketemu MUI sudah, Ketemu Nahdlatul Ulama sudah, ketemu Muhammadiyah sudah. Baik-baik aja kan. Saya mengingatkan kepada mereka kalau kita ini bangsa yang majemuk, jadi harus dijaga," tuturnya. 

    ISTMAN MP



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tahun-Tahun Indonesia Juara Umum SEA Games

    Indonesia menjadi juara umum pada keikutsertaannya yang pertama di SEA Games 1977 di Malaysia. Belakangan, perolehan medali Indonesia merosot.