Kasus Suap Pajak, KPK Bidik Pejabat Selain Handang Soekarno

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tersangka OTT Ditjen Pajak, Handang Soekarno, mengenakan rompi tahanan seusai menjalani pemeriksaan, di Gedung KPK, Jakarta, 22 November 2016. Kasubdit Bukti Permulaan Direktorat Penegakan Hukum ini terjaring OTT pada Senin malam. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Tersangka OTT Ditjen Pajak, Handang Soekarno, mengenakan rompi tahanan seusai menjalani pemeriksaan, di Gedung KPK, Jakarta, 22 November 2016. Kasubdit Bukti Permulaan Direktorat Penegakan Hukum ini terjaring OTT pada Senin malam. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Basaria Panjaitan mengatakan pihaknya menduga kuat ada orang lain selain Handang Soekarno yang terlibat dalam kasus suap yang diberikan oleh Direktur PT Eka Prima Ekspor Indonesia, Rajesh Rajamohan Nair. Namun ia masih enggan menyebutkan siapa pihak tersebut.

    Menurut Basaria, ada kemungkinan keterlibatan pihak lain atau pejabat di Direktorat Jenderal Pajak tempat Handang bekerja. Namun, ia menegaskan, KPK tetap mengedepankan pada asas praduga tak bersalah. “Kemungkinan dia (Handang) menjadi pemain perseorangan itu sangat kecil,” kata dia di Jakarta, Selasa, 29 November 2016.

    Baca juga: Dirjen Pajak Minta Maaf ke DPR Soal OTT oleh KPK

    Basaria beralasan keputusan berkaitan dengan pajak untuk PT Eka Prima Ekspor Indonesia besar kemungkinan tidak hanya dilakukan oleh Handang seorang diri. Ada kemungkinan keterlibatan oleh pejabat di tingkat kantor wilayah pajak.

    Handang diduga menerima suap dari Rajesh. Suap itu dilakukan supaya Handang menghapus surat tagihan pajak sebesar Rp 78 miliar yang diterima PT Eka Prima. Menurut Basaria, Handang seharusnya menerima imbalan sebesar Rp 7,8 miliar atau 10 persen dari total pajak yang harus dibayar. Namun, kesepatakan kedua pihak menetapkan pemberian suap sebesar Rp 6 miliar.

    Simak pula: Handang Diduga Minta Rp 3,5 Miliar untuk Putihkan Tunggakan

    Basaria mengatakan bakal menyita seluruh harta Handang dari hasil korupsi. Langkah itu dianggap menjadi solusi KPK untuk memberikan efek jera terhadap para tersangka korupsi.

    Selain itu, KPK juga mengendus adanya dugaan harta kekayaan Handang yang dilaporkan tidak sesuai. Basaria menilai ada kemungkinan Handang menyimpan harta kekayaannya. Tercatat Handang dua kali melaporkan harta kekayaannya pada 2010 dan 2014. Pada 2010 tercatat sebesar Rp 2,3 miliar. Pada 2014 bertambah menjadi sekitar Rp 2,5 miliar.

    DANANG FIRMANTO

    Baca juga:
    Soal Suasana Politik, Jokowi Belum Baca Artikel SBY
    Panglima TNI Menilai Aksi 212 Berisiko Merusak Persatuan
    Semifinal Piala AFF di Stadion Pakansari, Ini Jadwal Timnas

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Atlet E-Sport, Jadi Miliarder Berkat Hobi Bermain Video Game

    Dunia permainan digital sudah bukan tidak bisa dipandang sebelah mata. Kini, para atlet e-sport mampu meraup miliar rupiah hasil keterampilan mereka.