Dicopot Jadi Ketua DPR, Akom: Siapa Bilang Saya Legowo  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Awak media mewawancarai Ketua DPR Ade Komaruddin (tengah), seusai melakukan pertemuan tertutup dengan Megawati Soekarnoputri di Jakarta, 25 November 2016. Pertemuan ini berlangsung di kediaman Jalan Teuku Umar. TEMPO/Imam Sukamto

    Awak media mewawancarai Ketua DPR Ade Komaruddin (tengah), seusai melakukan pertemuan tertutup dengan Megawati Soekarnoputri di Jakarta, 25 November 2016. Pertemuan ini berlangsung di kediaman Jalan Teuku Umar. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Ade Komarudin membantah dirinya mengatakan legowo mengenai rencana pencopotannya dari kursi Ketua Dewan Perwakilan Rakyat. "Siapa yang legowo?" katanya di Kompleks Parlemen, Senayan, Selasa, 29 November 2016.

    Akom-sapaan Ade-menuturkan dirinya tidak mengatakan legowo, melainkan mengucapkan 'aku rapopo'. Perkataan legowo, ujar Akom, hanya muncul di salah satu media online. "Saya ini, kan campur Jawa-Sunda. Semua orang Jawa ngomong gitu (Aku rapopo)," ujarnya sambil tersenyum.

    Kalimat 'aku rapopo' populer karena identik dan sering digunakan oleh Presiden Joko Widodo. "Kalau sering dipakai jadi terkenal dong, saya ikut nebeng, deh," ucapnya.

    Dalam konferensi persnya, Akom mengatakan ikhlas dan menghormati keputusan DPP Partai Golkar yang akan menggantikannya dengan Setya Novanto. "Saya siap dan ikhlas, saya tawakal kepada Allah. Bahasa selorohnya, aku rapopo. Sekali lagi, aku rapopo. Bahasa Sunda-nya, teu sawios," katanya tadi malam.

    Baca
    Pembelaan Ahmad Dhani Soal Nama Hewan & Tuduhan Hina Jokowi  
    DNA Cocok, Mario Teguh Mohon Kiswinar Tak Penjarakan Dia
    Soal Nikah Siri dengan Brotoseno, Ini Pengakuan Kubu Angelina
    Paguyuban Bangka Tidak Dukung Ahok: 'Dia Akan Masuk Penjara' 

    Saat ini surat pergantian Ketua DPR telah disampaikan oleh DPP Partai Golkar ke pimpinan DPR. Akom menyatakan akan memprosesnya sesuai mekanisme yang berlaku.

    Ade mendatangi Kompleks Parlemen dengan kendaraan yang berbeda hari ini, Selasa, 29 November 2016. Bila biasanya menggunakan mobil dinas khusus Ketua DPR Toyota Crown warna hitam berpelat B 6 RI, kini ia datang dengan mobil Toyota Avanza B 1083 RFO.

    Sambil tersenyum ia menjelaskan alasannya mengganti mobil. Menurut dia mobil ini biasa digunakannya untuk bolak-balik ke Bekasi dan Karawang. "Ini mau pergi aja, (mobil dinas) masih ada," kata pria yang akrab disapa Akom ini di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 29 November 2016.

    Akom bercerita sebelum ke DPR ia izin untuk mengecek kondisi kesehatannya terlebih dahulu. "Disuruh dokter cari second opinion," ujarnya.

    Akom menjabat sebagai Ketua DPR karena menggantikan Setya yang memilih mengundurkan diri. Setya sebelumnya tersandung kasus dugaan pelanggaran kode etik karena mencatut nama Presiden Joko Widodo untuk meminta saham PT Freeport Indonesia. |

    AHMAD FAIZ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.