Korban Helikopter Dimakamkan di Makam Pahlawan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi kecelakaan helikopter

    Ilustrasi kecelakaan helikopter

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Salah satu penerbang yang menjadi korban jatuhnya helikopter Bell-412 EP di Long Bawan, Malinau, Kalimantan Utara, dimakamkan di taman makam pahlawan, Selasa, 29 November 2016. Letnan Satu CPN Ginas Sasmita Aji yang berasal dari Madiun itu beristri perempuan asal Maguwoharjo, Depok, Sleman.

    "Akan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kusumanegara Yogyakarta," kata Kepala Penerangan Komando Resor Militer Pamungas/072 Mayor Suyadi, Selasa, 29 November 2016.

    Para pelayat sudah berdatangan di rumah duka yang berada di Jalan Kiai Muhdi, Maguwoharjo, Depok, Sleman. Para keluarga dan pelayat masih menunggu kedatangan jenazah Ginas yang akan mendarat di Bandar Udara Adisutjipto siang ini. Rencananya upacara pelepasan jenazah secara militer akan dipimpin oleh Komandan Resor Militer Pamungkas/072 Brigadir Jenderal Fajar Setiawan.

    Menurut sepupu istri Ginas, Dimas Arista, Ginas adalah lulusan Akademi Militer Magelang dan sudah enam tahun ini aktif di kemiliteran. Ia merupakan anak pertama dari tiga bersaudara. "Dia sangat baik dan peduli terhadap keluarga," katanya.

    Korban jatuhnya helikopter Bell-412 EP dengan nomor registrasi HA-5166 milik Pusat Penerbangan TNI Angkatan Darat ini meninggalkan satu istri bernama Bonita Karenina Larendo Sutrisno. Juga satu anak berumur delapan bulan bernama Rafa.

    Kepala Penerangan dan Perpustakaan Pangkalan Udara Adisutjipto Mayor (Sus) Giyono menyatakan, jenazah korban akan tiba pukul 12.00 WIB di Adisutjipto. Lalu dilakukan penyambutan secara militer. "Ada penyambutan jenazah di Base Ops," kata dia.

    MUH. SYAIFULLAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Pilkada Langsung, Melalui DPRD, dan Asimetris

    Tito Karnavian tengah mengkaji sejumlah pilihan seperti sistem pilkada asimetris merupakan satu dari tiga opsi yang mungkin diterapkan pada 2020.