Polisi Selidiki Keset Bersumpal Kertas Al-Quran di Prambanan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Lembaran kertas Al-Quran Braille tercetak di Yayasan Raudlatul Makfufin, Tangerang Selatan, Banten, 3 Juli 2014. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    Lembaran kertas Al-Quran Braille tercetak di Yayasan Raudlatul Makfufin, Tangerang Selatan, Banten, 3 Juli 2014. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    TEMPO.CO, Sleman - Masyarakat di Prambanan, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, dihebohkan oleh temuan sebuah keset yang di dalamnya terdapat lembaran kertas Al-Quran. Keset itu dijual di Pasar Prambanan. Polisi masih menyelidiki asal usul dana pembuat keset itu.

    Temuan itu berawal dari unggahan di media sosial yang menyebutkan ada keset yang di dalamnya terdapat kertas teks Al-Quran. Polisi dan Camat Prambanan lalu menggelar razia ke pasar. Ternyata satu keset ditemukan dengan kertas penyumpal di dalamnya berhuruf teks Al-Quran. "Kami sita keset itu. Kami masih melakukan penyelidikan soal asal-usul kaset itu," ucap Kepala Unit Patroli Kepolisian Sektor Prambanan Inspektur Dua Sumardi, Senin, 28 November 2016.

    Kertas itu ditemukan di dalam kain keset yang biasanya untuk menyumpal keset supaya terlihat tebal. Dua keset di pasar itu dibuka, satu di antaranya ada lembaran kertas Al-Quran. Lalu tiga belas keset disita polisi untuk diselidiki. Jika tidak ditemukan kertas yang sama, ujar Sumardi, keset itu akan dikembalikan ke pedagang.

    Camat Prambanan Abu Bakar meminta para pedagang teliti jika belanja barang, termasuk keset yang dimungkinkan adanya kertas teks kitab suci. "Kalau tidak teliti, justru pedagang yang rugi," tuturnya.

    Nyonya Mantep, pedagang yang menjual keset itu, mengaku tidak tahu-menahu di dalamnya ada teks Al-Quran. Menurut Mantep, dia hanya menerima keset itu dari seorang pemasok asal Delanggu, Klaten, Jawa Tengah. "Saya tidak tahu kalau ada tulisan Al-Quran," katanya.

    Mantep menjual per keset Rp 5.000. Ia lupa berapa banyak keset yang dijual. Namun dia terperanjat saat ada polisi datang dan menanyakan keset yang dijualnya tersebut.
    Mantep berujar, yang menyetor keset itu seorang laki-laki. Namun ia tidak tahu nama serta alamat orang itu, apalagi orang itu datang tidak pasti waktu dan harinya. "Kadang seminggu atau dua minggu baru datang. Saya ambil 20 keset jika datang," tuturnya.

    Polisi masih mengusut temuan keset tersebut. Rencananya, polisi akan menelisik para penjual keset di beberapa pasar yang berdekatan yang dipasok dari Klaten.

    MUH SYAIFULLAH



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.