Demo 212, Kapolri Tito: Aparat Siap Mengamankan Aksi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Polri Jenderal Tito Karnavian memberikan keterangan setelah menjadi pembicara dalam rapat koordinasi gubernur di Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Kamis, 24 November 2016. Tempo/Arkhelaus W.

    Kepala Polri Jenderal Tito Karnavian memberikan keterangan setelah menjadi pembicara dalam rapat koordinasi gubernur di Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Kamis, 24 November 2016. Tempo/Arkhelaus W.

    TEMPO.COJakarta - Kepala Polri Jenderal Tito Karnavian mengatakan pihaknya akan mendukung teknis pelaksanaan Aksi Bela Islam III pada 2 Desember 2016. Pengamanan di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, yang menjadi lokasi aksi tak hanya dilakukan personel Polri, tapi juga TNI, Satuan Polisi Pamong Praja, dan bantuan dari organisasi kemasyarakatan.

    "Monas bisa menampung 600-700 ribu orang (peserta aksi). Kalau kurang, disiapkan tempat di Jalan Medan Merdeka Selatan," ujar Tito di gedung Majelis Ulama Indonesia (MUI), Menteng, Jakarta, Senin, 28 November 2016.

    Baca: Pembelaan Ahmad Dhani Soal Nama Hewan & Tuduhan Hina Jokowi

    Tito pun memastikan pihaknya akan mengatur massa yang berdatangan ke lokasi aksi. Mantan Kepala Polda Metro Jaya ini mengaku sudah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan pihak terkait lainnya mengenai teknis pelaksanaan aksi. Dia menambahkan, polisi juga akan membantu kelengkapan aksi. 

    "Keselamatan warga datang itu yang utama. Kami (polisi) akan bantu akomodasi panggung, parkir, tempat wudu, toilet, jalur arus masuk-keluar, dan speaker," kata Tito.

    Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI (GNPF-MUI), yang menjadi penggagas aksi Bela Islam, telah menyusun kesepakatan dengan polisi. Kesepakatan utama adalah batas waktu pelaksanaan aksi yang akan digelar di Lapangan Silang Monas pada pukul 08.00-14.00.

    Baca: Kapolri Tito: Demo 212 Disepakati di Monas

    Imam Besar Front Pembela Islam Rizieq Shihab, yang terlibat dalam aksi tersebut, berencana membentuk tim terpadu yang beranggotakan polisi dan ormas. "Tugasnya mencakup penetapan kiblat, lokasi panggung, mimbar, pengaturan suara, sampai membuat pintu darurat," tutur Rizieq dalam jumpa pers yang sama.

    Anggota tim terpadu, ujar Rizieq, akan ditempatkan sejak pagi di kawasan Jalan Sudirman dan M.H. Thamrin untuk mengatur sirkulasi peserta aksi yang berdatangan. "Mereka akan menyambut umat Islam yang datang, dituntun ke lokasi."

    Baca: Bahas Demo 212, Ini Kesepakatan Polri dan GNPF MUI

    Para pemimpin GNPF MUI, kata dia, akan turun ke jalan untuk menyapa massa seusai pelaksanaan aksi. "Diperkirakan massa cukup banyak. Karena itu, acaranya sampai salat Jumat saja. Akan sulit jika sampai salat asar karena mulai malam."

    YOHANES PASKALIS

    Baca juga:
    Rencana Demo 212, Seperti Ini Sikap Buruh di Yogyakarta
    Fraksi Digenjot Tuntaskan Materi RUU Pemilu Rabu Besok


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.