Pemerintah Harus Tegas Terhadap Penolak Bhinneka Tunggal Ika

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon Presiden Bugiakso mendeklarasikan dirinya akan mengikuti bursa pemilihan Presiden di Monumen Jogja Kembali Yogyakarta,(1/2). ANTARA/Regina Safri

    Calon Presiden Bugiakso mendeklarasikan dirinya akan mengikuti bursa pemilihan Presiden di Monumen Jogja Kembali Yogyakarta,(1/2). ANTARA/Regina Safri

    TEMPO.CO, Jakarta -Pemerintah didesak untuk bertindak tegas terhadap kelompok yang anti terhadap Bhinneka Tunggal Ika. Gerakan mereka dianggap telah melenceng dari semangat pendiri bangsa yang tak membedakan agama dan kesukuan. 

    “Semua agama dan suku memiliki peran yang sama dalam mendirikan negeri ini,” kata Bugiakso, cucu Jenderal Soedirman, sekaligus Ketua Umum Jenderal Soedirman Center kepada Tempo seusai menjadi pembicara Saresehan Kebangsaan di Balaikota Kediri, Jawa Timur, Sabtu 26 November 2016.

    Bugiakso mengatakan Negara Republik Indonesia didirikan atas prakarsa seluruh rakyat Indonesia. Kelompok yang saat ini getol melakukan gerakan anti terhadap Bhinneka Tunggal Ika diibaratkan balon yang terus menggelembung dan membesar. Sementara posisi mereka sudah jauh terpisah dari NKRI dan tak memiliki peran apa-apa pada kemerdekaan. Jika dibiarkan, hal ini akan menjadi ancaman bagi keutuhan bangsa yang berdampak pada perpecahan rakyat.

    Karena itu pemerintah diminta bertindak lebih tegas terhadap kelompok-kelompok ini jika ingin menyelamatkan masyarakat Indonesia. Upaya pemurnian kembali semangat berbangsa dan bernegara menjadi kebutuhan mendesak untuk mencegah potensi perpecahan yang lebih besar. “Pemerintah harus tegas,” katanya.

    Menurut Ketua Umum Jenderal Soedirman Center ini, semangat Jenderal Soedirman dalam mengusir penjajah adalah kebersamaan. Dia mencontohkan gerakan perlawanan I Gusti Ngurah Rai yang beragama Hindu, serta Robert Wolter Monginsidi yang memeluk Nasrani tak akan muncul jika pemimpin perang kala itu meributkan keyakinan.

    Sikap itulah yang kini layak dimunculkan kembali untuk mempersatukan bangsa tanpa bayang-bayang perpecahan. Pemerintah juga dituntut tegas menindak para perusuh yang ingin mengadu domba rakyat dengan tameng agama dan kesukuan.

    Selain menghadiri seminar kebangsaan, kedatangan Bugiakso dari Ngaglik, Sleman, Yogyakarta ke Kediri sekaligus melepas keberangkatan peserta gerak jalan napak tilas rute gerilya Jenderal Soedirman yang menjadi acara tahunan Pemerintah Kota Kediri. Dia sempat melihat kondisi rumah tua tempat peristirahatan Jenderal Soedirman saat memimpin perang gerilya menyusuri hutan di lereng Gunung Wilis. 

    HARI TRI WASONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Industri Permainan Digital E-Sport Makin Menggiurkan

    E-Sport mulai beberapa tahun kemarin sudah masuk dalam kategori olahraga yang dipertandingkan secara luas.