Golkar Bahas Pergantian Ketua DPR, Akom Memilih ke Megawatii

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bakal Calon Ketua Umum Golkar, Syahrul Yasin Limpo (kiri), menerima ketua DPR RI, Ade Komaruddin, saat silaturahmi calon ketua Umum di Rumah Jabatan Gubernur Sulsel di Makassar, 13 April 2016. TEMPO/Iqbal Lubis

    Bakal Calon Ketua Umum Golkar, Syahrul Yasin Limpo (kiri), menerima ketua DPR RI, Ade Komaruddin, saat silaturahmi calon ketua Umum di Rumah Jabatan Gubernur Sulsel di Makassar, 13 April 2016. TEMPO/Iqbal Lubis

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat, Ade Komaruddin, memilih bersilaturahmi dengan Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, daripada memenuhi undangan rapat internal partainya di Wisma Bakrie, Jakarta Selatan, Jumat petang, 25 November 2016.

    Akom, sapaan Ade Komaruddin, mengatakan, sudah memberitahu ketidakhadirannya pada rapat internal Partai Golkar.

    “Saya sudah izin ke Ketua Dewan Pembina (Abu Rizal Bakrie), saya mau silaturahmi dengan Ibu Megawati,” kata dia di rumah Megawati di Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat.

    Sore ini Dewan Pembina Partai Golkar menggelar rapat tertutup di Wisma Bakrie. Hadir dalam rapat itu di antaranya Abu Rizal Bakrie dan Wakil Ketua Dewan Kehormatan Partai Golkar Akbar Tandjung.

    Rapat membahas pergantian Ketua DPR yang kabarnya bakal diisi oleh Setya Novanto. Sementara Novanto saat ini menjadi Ketua Umum Partai Golkar.

    Rencana kembalinya Novanto menjadi Ketua DPR dilontarkan oleh Ketua Harian DPP Partai Golkar Nurdin Halid. Nurdin menilai rencana itu diperlukan guna memperbaiki martabat Novanto yang sempat mundur dari Ketua DPR lantaran kasus “Papa Minta Saham”.

    Sementara itu, Akom mengetahui pertemuan antara Abu Rizal dan Akbar Tandjung hari ini. Ia juga tahu bahwa dalam rapat itu akan membahas pergantian Ketua DPR. “Saya ini kurang elok juga, rapat Dewan Pembina membahas saya dan saya hadir.”

    Akom mengatakan bakal sepakat dengan keputusan yang diambil dari rapat internal partainya. Ia mempersilakan dewan pembina untuk memutuskan hasil dan kebijakan yang terbaik.

    DANANG FIRMANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Skuter Listrik Pasca Insiden GrabWheels Belum Ada Rujukan

    Pemerintah Provinsi DKI berencana mengeluarkan aturan soal skuter listrik setelah insiden dua pengguna layanan GrabWheels tewas tertabrak.