Kereta Sawunggaling Hantam Vios di Cirebon, 3 Orang Tewas

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Kereta Api (Unay)

    Ilustrasi Kereta Api (Unay)

    TEMPO.CO, Cirebon - Tiga  orang penumpang mobil tewas akibat tertabrak kereta api di Kecamatan Plumbon, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Jumat siang, 25 November 2016.  

    Berdasarkan informasi yang dihimpun, kecelakaan terjadi di Km 210 antara Cangkring dan Bangodua, tepatnya di Blok Soka, Desa Danamulya, Kecamatan Plumbon. Kejadian tragis itu bermula saat Toyota Vios bernomor polisi B-1332-SAJ yang dikemudikan Hari Nugraha, 44 tahun, warga Jalan Neglasari IV Nomor 38 RT 003/ RW 003 Bandung, melaju dari arah Slambitan menuju Bangodua.

    Namun saat melintasi rel, tiba-tiba mesin kendaraan mati. Pada saat yang bersamaan melaju Kereta Api Sawunggaling dari Kutoarjo menuju Stasiun Pasar Senen, Jakarta. Tabrakan pun tak terelakkan. Kerasnya tabrakan membuat mobil terseret hingga sekitar 50 meter. 

    Akibat kecelakaan itu tiga penumpang mobil tewas seketika di lokasi kejadian. Selain sopir Hari Nugraha, dua korban lainnya ialah Ridho Wahyu Putra, 36 tahun, warga Desa Sukapura RT 02/ RW 02 Kiara Condong, Bandung serta warga India bernama R.S. Kamalaprasad. 

    Manajer Hubungan Masyarakat PT Kereta Api Daerah Operasi  3 Cirebon, Krisbiyantoro, mengatakan lokasi kecelakaan  merupakan perlintasan sebidang yang tidak dijaga dan tanpa palang pintu. “Seharusnya pengendara lebih berhati-hati,” kata Krisbiyantoro. 

    Menurut Krisbiyantoro kecelakaan tersebut tidak sampai menyebabkan terganggunya jadwal perjalanan kereta. “Karena kereta api hanya berhenti sekitar 8 menit untuk memeriksa ada tidaknya kerusakan lokomotif,” kata Krisbiyantoro.

    Setelah dipastikan tidak ada kerusakan, perjalanan kereta api pun akhirnya dilanjutkan kembali menuju Jakarta. 

    IVANSYAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Pilkada Langsung, Melalui DPRD, dan Asimetris

    Tito Karnavian tengah mengkaji sejumlah pilihan seperti sistem pilkada asimetris merupakan satu dari tiga opsi yang mungkin diterapkan pada 2020.