Daerah Tertinggal, Terluar, Terpencil Kurang Ribuan Guru  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy menemui wartawan usai upacara peringatan Hari Guru Nasional 2016 di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 25 November 2016. TEMPO/Danang Firmanto

    Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy menemui wartawan usai upacara peringatan Hari Guru Nasional 2016 di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 25 November 2016. TEMPO/Danang Firmanto

    TEMPO.COJakarta - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengatakan pihaknya dalam waktu dekat akan merekrut ribuan guru untuk wilayah garis depan Indonesia dengan negara luar. Rencana tersebut bakal diwujudkan pada 2017. 

    “Tahun depan kami akan mengangkat 6.000 lebih guru di wilayah tertinggal, terluar, dan terpencil (3T),” ujar Muhadjir di kantornya, Jumat, 25 November 2016. Ia menambahkan, pengangkatan guru tersebut termasuk juga untuk daerah-daerah perbatasan. 

    Selain itu, Muhadjir mengatakan bakal menggulirkan kebijakan untuk guru-guru yang sudah mengabdi puluhan tahun. Muhadjir menilai para guru tersebut sudah termasuk profesional. Dengan demikian, dalam kebijakan itu, pihaknya tengah membuat penilaian para guru tersebut agar setara dengan guru lain yang mengikuti ujian kompetensi guru. 

    Muhadjir mengatakan proses penyetaraan nilai sudah dilakukan dan terus berjalan saat ini. Kebijakan itu, ujar dia, tetap beriringan dengan pemberian tunjangan bagi guru-guru bersertifikat pendidik lainnya. 

    Muhadjir menyadari masih ada persoalan guru yang mendapat upah minim. Muhadjir menilai persoalan itu mengerucut pada guru-guru yang tidak tetap atau honorer. Secara peraturan, memang dibolehkan daerah merekrut guru untuk mengajar di sekolah di daerah tersebut. Bahkan kepala sekolah bisa direkrut daerah. 

    Menurut Muhadjir, pihaknya tengah menyusun kebijakan berkaitan dengan ketidakmerataan guru. Salah satunya, mulai tahun depan, bakal diangkat sedikitnya 6.000 guru. Sebab, ketika guru tersebut direkrut pihak internal sekolah, akan sulit mendapatkan pengawasan dari pemerintah pusat. 

    DANANG FIRMANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.