Inilah Kampus yang Lolos ke Final Lomba Academic Constitutional Drafting

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tujuan kegiatan lomba juga untuk mendapatkan masukan bagi badan pengkajian MPR yang tengah serius mengkaji sistem ketatanegaraan.

    Tujuan kegiatan lomba juga untuk mendapatkan masukan bagi badan pengkajian MPR yang tengah serius mengkaji sistem ketatanegaraan.

    INFO MPR - Suasana lomba Academic Constitutional Drafting mahasiswa berlangsung seru di Ruang Delegasi Gedung Nusantara V, Kompleks Parlemen, Kamis, 24 November 2016. Mereka menunjukkan argumentasi dan kemampuan memahami aturan perundang-undangan. Ide kreatif itu disampaikan untuk memperbaiki perundang-undangan Indonesia agar semakin baik.

    Enam kelompok peserta yang merupakan hasil penyaringan dari 12 perguruan tinggi Lomba Academic Constitutional Drafting yang diselenggarakan MPR, akhirnya terpilih untuk lolos ke babak final.

    Keenam regu peserta final Lomba Academic Constitutional Drafting itu, di antaranya Universitas Diponegoro Semarang, Universitas Hasanuddin Makassar, Universitas Sebelas Maret Surakarta, Universitas Sumatera Utara Medan, Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin, dan Universitas Katolik Parahyangan Bandung.

    Setiap regu akan diuji lima dewan juri yang ahli di bidangnya, yakni Mohammad Mahfud MD, Syamsul Bahri, Saldi Isra, Refly Harun, dan Susi Dwi Harijanti.

    Salah satu dewan juri, Saldi, mengaku kagum terhadap kecakapan peserta dalam menguasai bahan dan penyajian. Menurutnya, di tengah pandangan sebagian orang yang belum mempercayai mahasiswa, para peserta menunjukkan prestasi tersendiri. Mereka sangat menguasai sistem ketatanegaraan jauh melebihi usia mereka.

    Karena itu, kehadiran mereka di Jakarta dalam kegiatan Lomba Academic Constitutional Drafting harus diapresiasi.

    "Untuk ukuran mahasiswa, penampilan mereka yang sangat bernas merupakan kelebihan tersendiri. Proses ini menjadi bagian penelusuran yang sangat bagus. Karena itu, perlu didukung semua pihak," ujarnya.

    Lomba Academic Constitutional Drafting yang diselenggarakan MPR itu dilaksanakan dalam rangka melatih mahasiswa untuk mulai memikirkan penataan kehidupan kenegaraan. Selain itu, guna mendapatkan masukan bagi badan pengkajian MPR yang tengah serius mengkaji sistem ketatanegaraan. Lomba tersebut diikuti 12 peserta. Masing-masing kelompok mengirimkan naskah akademik. Setelah melalui proses seleksi, enam regu dipilih untuk mengikuti babak final. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Industri Permainan Digital E-Sport Makin Menggiurkan

    E-Sport mulai beberapa tahun kemarin sudah masuk dalam kategori olahraga yang dipertandingkan secara luas.