Eggi Sudjana Penuhi Panggilan Polisi dalam Kasus Ahmad Dhani

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bakal Cagub Jatim, Eggi Sudjana (kiri) didampingi Bakal Cawagub Jatim, Edi Prasetio. ANTARA/Eric Ireng

    Bakal Cagub Jatim, Eggi Sudjana (kiri) didampingi Bakal Cawagub Jatim, Edi Prasetio. ANTARA/Eric Ireng

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepolisian Daerah Metro Jaya memanggil 8 saksi yang akan diperiksa terkait kasus dugaan penghinaan kepada Presiden  Joko Widodo dengan terlapor Ahmad Dhani. Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Awi Setiyono mengatakan, surat pemanggilan sudah dilayangkan kepada para saksi sejak empat hari lalu. "Memang empat hari lalu penyidik sudah melayangkan surat panggilan, ada 8 saksi yang penyidik panggil terkait kasus terlapor Ahmad Dhani," kata Awi di Mapolda Metro Jaya, Kamis, 24 November 2016.

    Para saksi itu ialah Rizieq Shihab, Amien Rais, Munarman, Eggi Sudjana, Ratna Sarumpaet, Mulan Jameela, Bachtiar Nasir, dan Ahmad Dhani. Dari 8 orang yang dipanggil, kata Awi, hanya Eggi Sudjana yang datang.

    Adapun 7 orang lainnya tidak memenuhi panggilan penyidik dengan berbagai alasan. "Ahmad Dhani konfirmasi hari ini enggak bisa karena kesibukannya, R. Wulandari (Mulan Jameela) juga sibuk, Munarman alasan sibuk, Bachitiar Nasir juga alasan sibuk, Ratna Sarumpaet alasan sakit dan kita masih tunggu surat dokternya," katanya.

    Meski begitu Munarman mengirimkan pengacaranya ke Polda Metro Jaya untuk meminta penjelasan soal surat pemanggilan kliennya. Munarman meminta waktu pemanggilan 10 hari mendatang. "Ada dua yang belum konfirm datang, yaitu saudara Habib Rizieq dan Amien Rais," katanya.

    Sebelumnya Ahmad Dhani dilaporkan ke Polda Metro Jaya lantaran dianggap telah mengungkapkan kata-kata yang tak pantas kepada Presiden Joko Widodo saat berorasi pada aksi 4 November lalu. Dhani dilaporkan Laskar Rakyat Jokowi (LRJ) dan Pro Jokowi (Projo) ke Polda pada Senin 7 November 2016.

    Musikus terkenal itu terancam Pasal 207 KUHP tentang Penghinaan Terhadap Penguasa dengan ancaman penjara paling lama 1 tahun 6 bulan. Selain itu, dia juga disangkakan melanggar pasal 160 KUHP, dengan ancaman pidana paling lama enam tahun penjara. *

    INGE KLARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Industri Permainan Digital E-Sport Makin Menggiurkan

    E-Sport mulai beberapa tahun kemarin sudah masuk dalam kategori olahraga yang dipertandingkan secara luas.