Soal Aksi Bela Islam, Panglima TNI: Indonesia Akan Dibagi-bagi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian (kiri) bersama Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo memantau unjuk rasa 4 November di sisi barat Istana Merdeka, Jakarta, 4 November 2016. ANTARA/Puspa Perwitasari

    Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian (kiri) bersama Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo memantau unjuk rasa 4 November di sisi barat Istana Merdeka, Jakarta, 4 November 2016. ANTARA/Puspa Perwitasari

    TEMPO.CO, Jakarta - Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mengatakan Aksi Bela Islam beberapa waktu lalu dan akan digelar lagi pada 2 Desember mendatang melibatkan campur tangan asing. Tuntutan pengusutan kasus dugaan penistaan agama oleh Gubernur DKI nonaktif Basuki Tjahaja Purnama dalam unjuk rasa itu sudah dipenuhi.

    Namun, kendati sudah dipenuhi, masih ada tuntutan lanjutan di luar kasus tersebut. Tujuannya, ucap Gatot, memecah belah persatuan bangsa Indonesia. Menurut Gatot, Aksi Bela Islam pada 4 November lalu yang dikenal sebagai 411 itu adalah aksi damai demokrasi Indonesia. "Demo itu membuat dunia tahu bahwa Indonesia sebagai negara mayoritas Islam yang damai, indah, dan demokratis," ujar Gatot di Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Kamis, 24 November 2016.

    Meskipun terjadi bentrokan dalam aksi pada malam harinya, Gatot menilai bentrokan itu dilakukan orang yang tidak rela demokrasi di Indonesia berjalan. Menurut dia, demo tersebut berakhir ketika kepolisian menuruti keinginan demonstran.

    Baca: FPI Akan Kerahkan Tig Juta Orang Untuk Aksi Bela Islam III

    "Demo itu sudah selesai. Apa yang diminta sudah diberikan Kapolri (Jenderal Tito Karnavian) dengan memproses hukum Basuki sebagai tersangka. Kalau ada demo lagi, alasannya jatuhkan perlindungan Ahok, jatuhkan RI-1, itu sudah tidak murni," tutur Gatot.

    Gatot bercerita, pada 20 November 2016, dia mendengar kabar bahwa Rizieq Shihab, pemimpin Front Pembela Islam, dianiaya anggota Kostrad. "Saya selidiki itu tidak ada," katanya. Ia pun meminta jajarannya memeriksa sumber berita tersebut.

    Hasilnya, ucap Gatot, berita tersebut berasal dari sebuah media di Australia dan Amerika Serikat. "Saya telusuri berita itu, ada dua sumbernya, dari wilayah Australia dan New Jersey, USA," tuturnya, sembari meminta masyarakat Indonesia tetap bersatu. "Dari luar negeri, sudah bermain lewat media sosial. Tujuannya memecah bangsa. Kalau sudah dipecah, Indonesia akan dibagi-bagi," ujarnya.

    ARKHELAUS W.

    Berita Lain
    Bikin Teduh, Pesan Sang Mama kepada Ahok Sebelum Dicecar Polisi 
    Diperiksa 8,5 Jam, Ahok Mendapat 27 Pertanyaan 
    Pemerintah Antisipasi Demo 2 Desember dari Daerah
    Kapolda Metro Jaya Sebar Maklumat dari Helikopter 
    Buruh Ikut Demo 2 Desember, Ini Imbauan Menteri Hanif

     



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.