Tak Penuhi Panggilan Polisi, Ini Alasan Ratna Sarumpaet  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kuasa hukum Ramdan Alamsyah, Ahmad Dhani dan Ratna Sarumpaet dalam konferensi pers menanggapi laporan yang menduga Ahmad Dhani melecehkan Presiden Joko Widodo di kediaman Ahmad Dhani, Jakarta Selatan, 7 November 2016. TEMPO/Kurnia Rizki Hanjani

    Kuasa hukum Ramdan Alamsyah, Ahmad Dhani dan Ratna Sarumpaet dalam konferensi pers menanggapi laporan yang menduga Ahmad Dhani melecehkan Presiden Joko Widodo di kediaman Ahmad Dhani, Jakarta Selatan, 7 November 2016. TEMPO/Kurnia Rizki Hanjani

    TEMPO.COJakarta - Aktivis Ratna Sarumpaet memastikan dia tidak akan memenuhi panggilan penyidik Kepolisian Daerah Metro Jaya terkait dengan dugaan penghinaan Presiden Joko Widodo yang menjerat musikus Ahmad Dhani. Menurut Ratna, surat pemanggilan yang ditujukan kepadanya tidak jelas karena tak mencantumkan nama terlapor.

    "Tersangkanya tidak jelas, berantakan. Saya tidak mau dipanggil dengan cara begini," kata Ratna saat dihubungi di Jakarta, Kamis, 24 November 2016. Jika pemanggilan dirinya benar terkait dengan kasus Ahmad Dhani, kata Ratna, ia merasa proses ini tidak benar. 

    Alasannya, Ahmad Dhani dilaporkan oleh rakyat, sementara pasal yang digunakan merupakan delik aduan. Dengan demikian, seharusnya Presiden sendirilah yang melaporkan. "Dulu SBY dia datang sendiri, jadi ini masih ngawurlah, namanya juga mengalihkan isu," ujarnya.

    Ratna juga menjelaskan dia telah berkoordinasi dengan saksi lain untuk sepakat tidak mau hadir. "Ya, kami juga harus menghormati diri kami, tidak akan mau dijadikan bulan-bulanan hukum," tuturnya lagi.

    Baca: Jadi Saksi Kasus Ahmad Dhani, Eggy Sudjana Bingung

    Hari ini, polisi memanggil delapan saksi untuk dimintai keterangan terkait dengan kasus penghinaan Presiden yang menjerat musikus Ahmad Dhani.  Menurut Ratna, delapan orang tersebut adalah dirinya, Mulan Jameela, Ahmad Dhani, Bachtiar Nasir, Munarman, Rizieq Shihab, Eggi Sudjana, dan Amien Rais. 

    Baca: Rizieq dan Munarman FPI Tak Penuhi Panggilan Polisi

    Bos manajemen Republik Cinta, Ahmad Dhani, dilaporkan ke Polda Metro Jaya lantaran dianggap telah mengungkapkan kata-kata yang tak pantas kepada Presiden Joko Widodo saat berorasi pada aksi 4 November lalu. Dhani dilaporkan oleh Laskar Rakyat Jokowi (LRJ) dan Pro Jokowi (Projo) ke Polda pada Senin, 7 November 2016.

    Berdasarkan LP/5423/XI/2016/PMJ/Dit Reskrimum tanggal 7 November 2016, musikus terkenal itu pun terancam Pasal 207 KUHP tentang Penghinaan terhadap Penguasa dengan ancaman penjara paling lama 1 tahun 6 bulan. Selain itu, dia disangkakan melanggar Pasal 160 KUHP dengan ancaman pidana paling lama 6 tahun penjara.

    INGE KLARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Erupsi Merapi Dibanding Letusan Raksasa Sejak 7200 Sebelum Masehi

    Merapi pernah meletus dengan kekuatan 4 Volcanic Explosivity Index, pada 26 Oktober 2010. Tapi ada sejumlah gunung lain yang memiliki VEI lebih kuat.