Buni Yani Tersangka, Begini Tanggapan FPI  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ekspresi kemarahan Buni Yani, pengunggah video dugaan kasus penistaan agama Ahok, usai diwawancara media di gedung Reskrimsus Polda Metro Jaya, Jakarta, 18 November 2016. Ia juga sempat dipanggil untuk diperiksa sebelumnya, namun tidak hadir. TEMPO/Subekti.

    Ekspresi kemarahan Buni Yani, pengunggah video dugaan kasus penistaan agama Ahok, usai diwawancara media di gedung Reskrimsus Polda Metro Jaya, Jakarta, 18 November 2016. Ia juga sempat dipanggil untuk diperiksa sebelumnya, namun tidak hadir. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Jenderal Front Pembela Islam (FPI) Novel Bamukmin menyayangkan penetapan tersangka terhadap Buni Yani oleh Polda Metro Jaya. Dia menilai Buni Yani hanya mengunggah video dan tidak ada yang aneh.

    "(Penetapan tersangka) itu keliru sekali. Buni Yani kan hanya meng-upload dan share, tidak ada yang aneh," kata Novel saat dihubungi, Kamis, 24 November 2016.

    Novel malah balik menuding yang bersalah melanggar Undang-Undang ITE ialah Gubernur DKI Jakarta non-aktif Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. "Yang bersalah soal UU ITE itu, kan, Ahok," ujarnya.

    Baca Juga:
    Ahok Tersangka, Massa Berkuasa
    Ini Dia 4 Indikasi Makar Demo Akbar

    Buni Yani ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Polda Metro Jaya Rabu, 23 Vovember 2016. Penyidik Polda menilai cukup alat bukti Buni Yani melanggar pasal 28 ayat 2 juncto pasal 45 ayat 2 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Eleketronik (ITE).

    Buni Yani dilaporkan oleh Komunitas Advokat Muda Ahok-Djarot (Kotak Adja) karena diduga melanggar Undang-Undang ITE. Buni Yani  diduga menyebarkan informasi menyesatkan. Buni Yani yang didampingi Himpunan Advokat Muda Indonesia (HAMI) melapor balik Kotak Adja ke Polda Metro Jaya atas dugaan pencemaran nama baik. Buni Yani pun telah diperiksa sebagai saksi pelapor beberapa waktu lalu terrkait laporannya.

    INGE KLARA

    Baca Juga:
    Islam, kok Begitu, Ya?
    Demokrasi Kerumunan, Demokrasi yang Belum Terkonsolidasi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.