Kisah di Balik Risma Bikin Lapangan Softball

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini meninjau Taman Gantung usai diresmikan di gedung Siola Jalan Tunjungan Surabaya, 26 Juli 2016. TEMPO/ MOHAMMAD SYARRAFAH

    Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini meninjau Taman Gantung usai diresmikan di gedung Siola Jalan Tunjungan Surabaya, 26 Juli 2016. TEMPO/ MOHAMMAD SYARRAFAH

    TEMPO.CO, Surabaya - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini memiliki cara khusus untuk menekan kenakalan anak dan remaja di Kota Surabaya, salah satunya dengan membuat lapangan softball dan hockey. Lapangan baru yang terletak di Dharmawangsa itu diresmikan hari ini dan akan dibuka hingga setiap hari hingga malam.

    “Godaan anak-anak di era sekarang sangat banyak. Makanya harus semakin banyak mempersiapkan tempat seperti ini (fasilitas olahraga), karena akan bisa mengurangi kenakalan anak-anak,” kata Risma saat sambutan di acara peresmian lapangan Softball dan Hockey, Rabu, 23 November 2016.

    Menurut Risma, lapangan olahraga yang dibangun oleh Pemerintah Kota Surabaya di berbagai wilayah, tidak hanya untuk anak-anak Surabaya yang berprestasi di kancah olahraga. Namun, lapangan itu juga diharapkan mampu memberikan stimulus bagi anak-anak Surabaya untuk lebih menghabiskan waktunya pada aktivitas positif.

    Baca juga:
    Prabowo Gelar Pertemuan Tertutup dengan Ulama, Ini Bocorannya
    Setelah Google, Ditjen Pajak Incar Facebook

    “Makanya lapangan ini akan dibuka setiap hari hingga malam, supaya anak-anak yang sekolah siang harinya, bisa bermain juga pada malam harinya,” tuturnya.

    Wali kota perempuan pertama di Kota Surabaya itu pun menceritakan pada masa SMP-nya yang suka bermain soft ball. Latihannya di lapangan Dharmawangsa, ia juga menjadi andalan salah satu klub yang diikutinya, yakni Alligator. Bahkan, ia masih mengingat bahwa lawan terberatnya adalah klub bernama Sriti. “Nah, kedua klub ini selalu tampil dalam turnamen soft ball antar klub-klub di Jawa Timur,” kata dia.

    Lantaran kecintaan pada softball, Risma lantas masuk ke lapangan seraya mengambil kayu pemukul. Ia kemudian bersiap memukul bola yang dilempar oleh pitcher (pemain yang bertugas sebagai pelempar bola). Pada lemparan pertama, Risma memang sempat gagal tidak mengenai bola, namun pada pukulan kedua dan ketiga sukses, bola itu dipukul dengan keras oleh Risma. Beberapa pukulan Risma itu pun mendapatkan tepuk tangan meriah dari ratusan peserta turnamen softball dan juga penonton yang duduk di tribun.


    Baca juga:
    Usut Kasus Ahmad Dhani, Polisi: Kami Dituduh Kriminalisasi
    Sangkal Hamil Duluan, Celine Evangelista Siapkan Bukti Ini


    Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Surabaya, Muhammad Afghany Wardhana mengatakan lapangan ini akan dibuka selama seminggu dan setiap sore bisa digunakan untuk latihan bersama. Namun, warga yang ingin menggunakan untuk latihan, maka harus menghubungi kantor Dispora, sehingga jadwalnya bisa diatur.


    “Jadi, tidak ujug-ujug datang langsung main, ada pengaturan jadwalnya, sehingga semuanya mendapatkan kesempatan untuk berlatih dan bermain,” kata dia.

    Lapangan ini, kata dia, sudah memenuhi standart internasional. Sebab, pekerjanya sama dengan pekerja yang ada di luar negeri, termasuk di Jakarta. Selain itu, kesamaan warna untuk permukaan lapangan hockey juga telah memenuhi standart internasional. “Jadi warna dan ukurannya sudah sesuai dengan Federasi Hoki Internasional, Softball juga sama,” ujarnya.

    MOHAMMAD SYARRAFAH



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.