Kata Prabowo Soal Ahok dan Aksi Bela Islam pada 2 Desember

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden PKS, Sahibul Iman dan Ketum Gerindra, Prabowo Subianto, menjawab pertanyaan media di Kantor DPP PKS, Jakarta, 1 November 2016. TEMPO/Amston Probel

    Presiden PKS, Sahibul Iman dan Ketum Gerindra, Prabowo Subianto, menjawab pertanyaan media di Kantor DPP PKS, Jakarta, 1 November 2016. TEMPO/Amston Probel

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani mengatakan Ketua Umum Prabowo Subianto berpandangan positif terkait penyidikan kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan calon Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

    "Beliau selalu berpandangan positif, apa yang diputuskan aparat hukum tentang yang dianggap sudah menistakan agama sudah dilakukan langkah hukum," kata Muzani di rumah K.H. Abdul Rasyid Abdullah Syafi'i di Jalan Al Barkah, Tebet, Jakarta Selatan, Rabu, 23 November 2016.

    Pernyataannya itu terkait dengan Aksi Bela Islam III pada 2 Desember yang bakal dilakukan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia. Aksi tersebut  digelar untuk menuntut agar Ahok ditahan.

    Baca Pula

    Semua Orang Tahu Asmara Tukul-Meggie, tapi Kenapa Bungkam?

    Bikin Teduh, Pesan Sang Mama kepada Ahok Sebelum Dicecar Polisi

    Prabowo pun mengajak para ulama untuk proaktif untuk mengawasi proses hukum. "Kita juga harus mengawasi proses hukum berjalan baik, on the track," ujarnya. Ia meminta berbagai pihak untuk menghormati putusan hukum kasus tersebut.

    Ahok telah ditetapkan sebagai tersangka oleh kepolisian atas dugaan penistaan agama. Meskipun statusnya tersangka, Basuki tidak ditahan. Sebab itu, GNPF MUI menggelar aksi bela Islam ketiga menuntut Basuki ditahan.

    Prabowo hari ini menemui Pimpinan Perguruan As Syafiiyah, KH Abdul Rasyid Abdullah Syafi'i. Menurut Muzani, pertemuan itu berlangsung tertutup. Pertemuan itu adalah acara silaturahmi dan keinginan para ulama mengetahui kondisi kenegaraan.

    Dalam pertemuan itu, kata Muzani, pembicaraan mengenai aksi 2 Desember tidak mendominasi. Prabowo, kata dia, banyak berbicara persoalan kebangsaan. "Itu (Aksi 2 Desember) lampiran, ibarat baca buku jadi lampiran menjadi catatan," kata dia.

    ARKHELAUS W.

    Baca juga:
    Polisi Bidik Pengguna Medsos Penyebar Rush Money
    Bertemu PM Belanda, Jokowi Terkenang Saat Jadi Gubernur DKI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut Gojek.