Polisi Terima Laporan Upaya Makar pada Demo 2511  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Badan Reserse Kriminal Polri, Komisaris Jenderal Ari Dono Sukmanto, menjawab pertanyaan wartawan setelah gelar perkara kasus dugaan penodaan agama dengan terlapor Basuki Tjahaja Purnama di Markas Besar Polri, 15 November 2016. Tempo/Rezki A.

    Kepala Badan Reserse Kriminal Polri, Komisaris Jenderal Ari Dono Sukmanto, menjawab pertanyaan wartawan setelah gelar perkara kasus dugaan penodaan agama dengan terlapor Basuki Tjahaja Purnama di Markas Besar Polri, 15 November 2016. Tempo/Rezki A.

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Badan Reserse Kriminal Kepolisian RI Komisaris Jenderal Ari Dono Sukmanto mengatakan pihaknya menerima laporan dari masyarakat mengenai upaya pemakzulan atau makar dalam unjuk rasa. "Kami sudah mulai penyelidikan," ucap Ari di Markas Besar Polri, Jakarta Selatan, Rabu, 23 November 2016.

    Baca: FPI Klaim Turunkan Tiga Juta Orang untuk Aksi Bela Islam III  

    Ari enggan membeberkan identitas pelapor. Dia berujar, laporan itu berhubungan dengan Pasal 204 dan 207 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. Pasal itu mengenai penghinaan terhadap penguasa atau badan umum.

    Menurut Ari, dalam rencana demonstrasi 25 November itu, jelas terjadi upaya makar. "Itu jelas nyata, semua bisa melihat, semua bisa mendengar. Tapi kan tetap prosesnya sama. Kami melakukan penyelidikan dulu," ujarnya.

    Baca: Di Istana, Romahurmuziy Dapat Info Intelijen Soal Demo 212

    Pada Senin lalu, Kepala Polri Jenderal Tito Karnavian mengendus upaya makar dari sejumlah kelompok masyarakat terhadap pemerintah Presiden Joko Widodo. Indikasinya, ada pertemuan-pertemuan beberapa tokoh untuk menggerakkan massa dan melakukan makar dalam demonstrasi besar-besaran di gedung Dewan Perwakilan Rakyat pada 25 November mendatang. "Oleh karena itu, kami melakukan pencegahan dengan memperkuat pengamanan di gedung MPR/DPR," tutur Tito.

    Baca: Aksi Bela Islam Dinilai Tak Jelas, Busyro: Buat Apa Diikuti 

    Menurut Tito, aksi demo yang akan dilaksanakan pada 25 November dan 2 Desember mendatang itu bukan semata-mata menuntut Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama ditahan karena perkara penistaan agama. Ada agenda terselubung dari kelompok tertentu untuk menggulingkan pemerintah Presiden Joko Widodo. Skenarionya, para pendemo akan merangsek masuk dan "menguasai" gedung DPR.

    REZKI ALVIONITASARI



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.