Dahlan Iskan Dirawat di Rumah Sakit  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan (kiri) bergegas seusai diperiksa terkait kasus korupsi penjualan aset PT Panca Wira Usaha (PWU) di Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, Surabaya, 27 Oktober 2016. Dahlan menjadi tersangka penjualan aset saat menjabat Direktur Utama PT PWU. ANTARA/Umarul Faruq

    Mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan (kiri) bergegas seusai diperiksa terkait kasus korupsi penjualan aset PT Panca Wira Usaha (PWU) di Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, Surabaya, 27 Oktober 2016. Dahlan menjadi tersangka penjualan aset saat menjabat Direktur Utama PT PWU. ANTARA/Umarul Faruq

    TEMPO.CO, Surabaya – Bekas Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan diopname di Rumah Sakit DR Soetomo, Surabaya. Menurut pengacara Dahlan, Pieter Talaway, kliennya diopname sejak Ahad, 20 November 2016. “Sudah empat hari di rumah sakit,” kata Pieter kepada Tempo, Rabu, 23 November 2016.

    Pieter menjelaskan, Dahlan diopname setelah tekanan darahnya naik. Dahlan juga mengeluh badannya lemas, sehingga disarankan dokter untuk diopname. “Diopname di kamar 727 RS Soetomo,” kata Peter.

    Karena diopname, Dahlan, yang juga tersangka dugaan korupsi penjualan aset badan usaha milik daerah PT Panca Wira Usaha (PT PWU), tidak bisa hadir saat dipanggil Kejaksaan Agung untuk penyidikan perkara mobil listrik. Dahlan diperiksa sebagai saksi dalam kasus itu. “Kami sudah serahkan surat pemberitahuan ke kejaksaan bahwa Pak Dahlan sakit,” katanya.

    Kepala Tim Penyidik Kejaksaan Tinggi Jawa Timur Dandeni membenarkan bahwa pengacara Dahlan sudah menyerahkan surat pemberitahuan Dahlan dirawat. Tapi pemberitahuan itu khusus untuk penyidik Kejaksaan Agung. “Pemberitahuan Dahlan sakit itu untuk izin tidak bisa hadir penyidikan kasus mobil listrik,” kata Dandeni. Dahlan juga menjadi saksi kasus dugaan korupsi cetak sawah.

    EDWIN FAJERIAL



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.