Setya Novanto Jadi Ketua DPR, Sekjen Golkar: Itu Kebutuhan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum terpilih Partai Golkar, Setya Novanto dan Sekjen Partai Golkar Idrus Marham mengibarkan bendera partai saat penutupan Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Partai Golkar di Nusa Dua, Bali, 17 Mei 2016. Setya Novanto memilih Idrus Marham tetap sebagai Sekretaris Jenderal Partai Golkar. TEMPO/Johannes P. Christo

    Ketua Umum terpilih Partai Golkar, Setya Novanto dan Sekjen Partai Golkar Idrus Marham mengibarkan bendera partai saat penutupan Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Partai Golkar di Nusa Dua, Bali, 17 Mei 2016. Setya Novanto memilih Idrus Marham tetap sebagai Sekretaris Jenderal Partai Golkar. TEMPO/Johannes P. Christo

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Jenderal Partai Golkar Idrus Marham mengatakan pengangkatan kembali Setya Novanto menjadi Ketua Dewan Perwakilan Rakyat adalah kebutuhan partai. Keputusan ini diambil dalam rapat pleno Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar pada Senin, 21 November 2016.

    "Ini kebutuhan Partai Golkar. Jadi bukan ambisi Novanto, tapi tuntutan Partai Golkar," kata Idrus di Kompleks Parlemen, Senayan, Selasa, 22 November 2016.

    Setya Novanto, yang juga Ketua Umum Partai Golkar, kata Idrus, belum mengetahui agenda rapat pada Senin kemarin. Menurut Idrus, Setya telah memberikan izin agar proses pleno tersebut berjalan. "Golkar sebuah partai yang menghormati demokrasi dan hukum, jadi Setya Novanto memang tidak hadir dalam sidang," katanya.

    Idrus menambahkan, pihaknya belum berbicara dengan Ade Komarudin terkait dengan pergantian pucuk pimpinan DPR itu. "Tentu akan kami lakukan. Ada proses politik yang akan kami lakukan semuanya," katanya.

    Rencananya, DPP Partai Golkar akan mengirimkan surat pergantian kepada fraksi dan pimpinan DPR pada hari ini. "Saya kira sesuatu hal lebih cepat lebih bagus kan. Kalau sesuatu tujuan yang lebih besar, lebih cepat lebih baik," kata Nurdin Halid, Ketua Harian DPP Partai Golkar.

    Sekretaris Fraksi Partai Golkar Aziz Syamsuddin menilai pergantian pimpinan Dewan dari partainya adalah hal yang wajar. Menurut Aziz, pengembalian jabatan adalah konsekuensi hukum ketika Setya Novanto tak terbukti bersalah dalam pemufakatan jahat Papa Minta Saham.

    ARKHELAUS WISNU

    Baca juga:
    Aksi Bela Islam Dinilai Tak Jelas, Busyro: Buat Apa Diikuti
    Wiranto: Ucapan Ahok Timbulkan Prahara di Bumi Indonesia
    Ahmad Dhani Bermasalah, Anaknya Dilarang Konser


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.