Jawa Tengah Ingin Duplikat Koleksi Museum Bronbeek Belanda  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (kanan) dan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo (kiri) mendampingi Perdana Menteri Belanda Mark Rutte meninjau kawasan Kota Lama Semarang, 22 November 2016. Kerjasama ini khususnya mengenai polder untuk pencegahan atau meminimalkan bencana banjir. ANTARA/R. Rekotomo

    Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (kanan) dan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo (kiri) mendampingi Perdana Menteri Belanda Mark Rutte meninjau kawasan Kota Lama Semarang, 22 November 2016. Kerjasama ini khususnya mengenai polder untuk pencegahan atau meminimalkan bencana banjir. ANTARA/R. Rekotomo

    TEMPO.CO, Semarang - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengajukan permintaan untuk mendapatkan duplikat sejumlah koleksi Museum Bronbeek di Kota Arnhem, Belanda, yang selama ini dikenal sebagai tempat menyimpan benda militer. "Kami minta copy-nya, permintaan yang asli hanya lewat negara," kata Kepala Dinas Pariwisata Jawa Tengah Prasetyo Ariwibowo setelah menyambut kedatangan Perdana Menteri Belanda Mark Rutte di Semarang, Selasa, 22 November 2016.

    Sejumlah duplikat koleksi yang diminta itu berupa keris, pakaian, lukisan, dan surat-surat yang diterbitkan kerajaan yang berasal dari Jawa Tengah. Duplikat yang menarik itu, di antaranya lukisan Raden Saleh dan pakaian masa era Perang Diponegoro. "Itu diambil dari Jawa Tengah," kata Prasetyo.

    Selain meminta duplikat, pemerintah Jawa Tengah menjalin kerja sama untuk meningkatkan pariwisata sejarah, khususnya tentang museum. Menurut Prasetyo, sejumlah kerja sama yang diajukan Jawa Tengah meliputi peningkatan kapasitas sumber daya manusia, seperti kurator, informasi konten media museum, dan manajemen. 

    Dia menyebutkan pola kerja sama dengan Belanda di bidang museum dilakukan itu karena negara tersebut punya banyak koleksi barang yang disimpan. Tercatat koleksi museum di Negara Kincir Angin itu mencapai 45 ribu. “Sedangkan milik kita hanya 15 ribuan,” ucap Prasetyo.

    Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menambahkan, selain kerja sama pariwisata, Jawa Tengah menawarkan kerja sama pembangunan infrastruktur sisa kolonial yang pernah dibangun di Jawa Tengah. "Di antaranya, penanganan rob, pengelolaan Kota Lama, dan investasi," kata Ganjar.

    Menurut Ganjar, sejumlah tawaran itu meliputi manajemen mengatur air, energi, dan sejumlah produk. "Termasuk trading kopi. Kita punya nih mau diapakan," katanya.

    Ganjar berujar akan menawarkan sejumlah produk unggulan Jawa Tengah ke Belanda melalui kedutaan usai kunjungan Mark Rutte. Langkah itu dilakukan karena sebelumnya Belanda sulit ditembus pemerintah Jawa Tengah.

    EDI FAISOL

    Baca juga:
    Aksi Bela Islam Dinilai Tak Jelas, Busyro: Buat Apa Diikuti
    Wiranto: Ucapan Ahok Timbulkan Prahara di Bumi Indonesia
    Ridwan Kamil Unggah Foto Remaja Merokok, Deddy Mizwar Heran


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.