FEATURE: Pengatur Menu di Balik Diplomasi Meja Makan Jokowi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo berbincang dengan Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh di Teras Belakang Istana Merdeka, Jakarta, 22 November 2016. Pertemuan Jokowi dan Surya Paloh ini masih dalam rangka kelanjutan konsolidasi setelah unjuk rasa besar-besaran di sekitar Istana pada 4 November lalu. TEMPO/Subekti.

    Presiden Joko Widodo berbincang dengan Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh di Teras Belakang Istana Merdeka, Jakarta, 22 November 2016. Pertemuan Jokowi dan Surya Paloh ini masih dalam rangka kelanjutan konsolidasi setelah unjuk rasa besar-besaran di sekitar Istana pada 4 November lalu. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo selama beberapa hari terakhir ini menjalankan diplomasi meja makan dengan mengundang pimpinan partai politik ke Istana Kepresidenan. Diplomasi di tengah situasi politik yang memanas belakangan ini diawali pertemuan dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, diikuti Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, dan terakhir Ketua Umum Golkar Setya Novanto pada sore tadi.

    Presiden Jokowi tidak menjamu tamunya itu dengan menu yang sama. Pada saat menjamu Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh tadi pagi, Presiden Joko Widodo menghidangkan Mie Aceh. Siang tadi, saat dikunjungi Ketua Partai Persatuan Pembangunan Romahurmuziy, keduanya melahap Coto Makassar. Kenapa bisa berbeda?

    "Itu berdasarkan pesanan Presiden Joko Widodo," ujar Kepala Biro Pengelolaan Istana Sekretariat Presiden dan Pelaksana Tugas Kepala Bagian Jamuan Darmastuti Nugroho kepada Tempo.

    Ternyata, semua makanan pada diplomasi meja makan itu diatur oleh Presiden Joko Widodo sepenuhnya. Presiden yang menentukan jenis makanannya, ia yang memerintahkan penyediaannya.

    Presiden pun tidak sembarangan dalam menentukan makanan tersebut. Menurut Darmastuti, Presiden Joko Widodo mempertimbangkan jenis makanan yang akan disajikan berdasarkan kesukaan para pimpinan partai itu. Dengan kata lain, Presiden Joko Widodo kerap memperhatikan makanan yang dilahap oleh mereka tiap kali bertemu.

    "Misalnya, saat menerima Pak Prabowo, itu Pak Presiden meminta disiapkan ikan bakar. Katanya, karena Pak Prabowo suka ikan bakar," ujar Darmastuti.

    Hal senada berlaku untuk sajian mie Aceh yang dilahap Surya Paloh pagi tadi. Presiden Joko Widodo mengetahui kalau Surya Paloh berasalkan dari Banda Aceh dan suka makan mie Aceh.

    Tidak semua makanan itu disiapkan oleh juru masak Istana. Darmastuti berkata, sebagian besar makanan untuk pimpinan partai itu berasal dari katering langganan Istana Kepresidenan. Oleh karenannya, secara kualitas dan rasa pun sudah terjamin mutunya.

    "Dan, itu dipesan setiap menjelang jamuan. Agenda beliau dinamis, jadi kami harus selalu menyesuaikan," ujar Darmastuti.

    Lalu, bagaimana cara Presiden Joko Widodo memesannya? Tidak semua pesanan disampaikan langsung ke Darmastuti. Biasanya, pesanan istimewa itu malah disampaikan lewat asisten pribadi Presiden Joko Widodo, Anggit Noegroho. "Beliau dititipi pesan, lalu disampaikan ke kami," ujar Darmastuti melengkapi.

    Dilihat dari reaksi para pimpinan partai yang dijamu Presiden Joko Widodo, tidak pernah terlihat ada tampang kecewa dari para tamunya. Malah, beberapa mengaku makanan yang dipesan oleh Presiden Joko Widodo itu enak. "Tadi kami berdiskusi sambil menikmati Coto Makassarnya," ujar Romahurmuziy seusai pertemuan.

    ISTMAN MP

    Baca juga:
    Aksi Bela Islam Dinilai Tak Jelas, Busyro: Buat Apa Diikuti
    Wiranto: Ucapan Ahok Timbulkan Prahara di Bumi Indonesia
    Inikah Alasan Sejati di Balik Rumor Panas Tukul-Meggie Diaz?

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Skuter Listrik Pasca Insiden GrabWheels Belum Ada Rujukan

    Pemerintah Provinsi DKI berencana mengeluarkan aturan soal skuter listrik setelah insiden dua pengguna layanan GrabWheels tewas tertabrak.