Dicecar Majelis Hakim, Irman Gusman Cabut Keterangan di BAP

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan Ketua DPD RI Irman Gusman dicium istrinya, Liestyana Rizal Gusman sebelum mendengarkan pembacaan dakwaan atas dirinya di Pengadilan Tipikor, Jakarta, 8 November 2016. Jaksa Penuntut Umum KPK mendakwa Irman Gusman telah mempengaruhi pejabat Perum Bulog untuk mengalokasikan impor gula untuk Sumatera Barat pada CV Semesta Jaya. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Mantan Ketua DPD RI Irman Gusman dicium istrinya, Liestyana Rizal Gusman sebelum mendengarkan pembacaan dakwaan atas dirinya di Pengadilan Tipikor, Jakarta, 8 November 2016. Jaksa Penuntut Umum KPK mendakwa Irman Gusman telah mempengaruhi pejabat Perum Bulog untuk mengalokasikan impor gula untuk Sumatera Barat pada CV Semesta Jaya. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta  - Mantan Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Irman Gusman dicecar majelis hakim ihwal uang Rp 100 juta yang dia terima dari Direktur Utama CV Semesta Berjaya Xaveriandy Sutanto dan istrinya Memi dalam lanjutan sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Selasa, 22 Desember 2016.

    Uang yang diterima Irman diduga sebagai suap yang diberikan agar dia membantu CV Semesta Berjaya mendapatkan jatah gula untuk didistribusikan di Sumatera Barat. Dalam berita acara pemeriksaan (BAP), Irman mengakui bahwa uang Rp 100 juta yang diterimanya merupakan hasil keuntungan dari pendistribusian gula sebanyak 1.000 ton.

    CV Semesta Berjaya sebelumnya mendapatkan jatah gula dari Bulog sebesar 1.000 ton setelah menghubungi Irman. Namun keterangan Irman yang diberikan kepada penyidik KPK pada 17 September 2016 itu dibantah saat menjadi saksi bagi Memi dan Xaveriandy. "Keterangan ini saya cabut. Itu tidak betul," kata dia.

    Irman beralasan, pada saat itu ia menjalani pemeriksaan pertama setelah ditangkap tangan penyidik KPK. Malam itu, dia mengaku merasa lelah dan tertekan sehingga menjawab tergesa-gesa. "Saya  malam itu panik sehingga saya stres. Waktu diperiksa saya dalam keadaan tertekan, tapi saya jawab saja," katanya.

    Menurut KPK uang sebesar Rp 100 juta itu diberikan kepada Irman pada Jumat tengah malam, 16 September 2016, sebelum dia beserta Memi dan Xaveriandy disergap dalam operasi tangkap tangan pada Sabtu dinihari. Uang itu terletak dalam bingkisan kantong plastik.

    Irman membantah mengetahui isi bungkusan. Menurutnya, sejak diberikan kepada dia, bingkisan itu belum pernah dibuka. "Sepemahaman saya, itu (bungkusan) oleh-oleh dari Padang, sebuah suvenir," ujar dia.

    Setelah menerima bingkisan, Irman mengaku langsung membawanya ke kamar rias. Belum sempat membuka bingkisan itu, penyidik KPK datang dan menangkapnya bersama dengan Memi dan Xaveriandy.

    MAYA AYU PUSPITASARI

    Baca juga:
    Wiranto: Ucapan Ahok Timbulkan Prahara di Bumi Indonesia
    Aksi Bela Islam Dinilai Tak Jelas, Busyro: Buat Apa Diikuti
    Demo 2 Desember, Ini Larangan MUI

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.