Pembunuhan Polisi, Kuasa Hukum Sebut Sara Connor Tertekan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Salah satu terdakwa pembunuhan polisi, Sara Connor asal Australia menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri Denpasar, Bali, 9 November 2016. Kedua terdakwa tersebut didakwa dengan pasal yang sama yaitu bersama-sama melakukan pembunuhan terhadap seorang anggota polisi dari Polsek Kuta pada 17 Agustus 2016 dini hari di Pantai Kuta. TEMPO/Johannes P. Christo

    Salah satu terdakwa pembunuhan polisi, Sara Connor asal Australia menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri Denpasar, Bali, 9 November 2016. Kedua terdakwa tersebut didakwa dengan pasal yang sama yaitu bersama-sama melakukan pembunuhan terhadap seorang anggota polisi dari Polsek Kuta pada 17 Agustus 2016 dini hari di Pantai Kuta. TEMPO/Johannes P. Christo

    TEMPO.CO, Denpasar – Sara Connor, warga Australia terdakwa kasus pembunuhan anggota Unit Lalu Lintas Polsek Kuta Ajun Inspektur Dua Wayan Sudarsa, sudah tiga kali menjalani persidangan. Kuasa hukum Sara, Erwin Siregar, mengatakan selama ini kliennya merasa tertekan.

    ”Sara itu berpikir begini, aku tidak salah kenapa dipenjara, tertekan itu ya?” katanya di Pengadilan Negeri Denpasar, Senin, 21 November 2016.

    Erwin menjelaskan, ada hal penting yang perlu dicermati saat sidang David James Taylor, warga Inggris, terdakwa lainnya dalam kasus yang sama, pada Rabu, 16 November 2016. Saat itu, David membantah pernyataan saksi kepolisian, Iptu Zulhadi, bahwa Sara juga terlibat aksi pemukulan. David, lewat penerjemahnya, Wayan Ana, mengatakan hanya dia yang melakukan pemukulan.

    Menurut Erwin, kelak bantahan David itu akan menjadi catatan penting pihaknya untuk menjalani beberapa kali agenda sidang. “Sebenarnya, kalau kita lihat dalam kasus ini, saksi kunci siapa? David kan. David menanggapi keterangan saksi Zulhadi dan mengatakan tidak ada pemukulan dilakukan oleh Sara, maka di mana bantuan dan turut serta itu?” ujarnya.

    Namun Erwin enggan menanggapi apakah pernyataan David bisa dipastikan kebenarannya. Sebab, situasi saat itu menunjukkan kedua pasangan kekasih tersebut sedang mengkonsumsi minuman beralkohol. “Dia bilang ada minum tiga botol bir, agak (mabuk) sedikit,” tuturnya.

    BRAM SETIAWAN



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.