WNI Diculik di Sabah, Ryamizard: Perompak Susah Dibersihkan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu usai penyerahan tanda kehormatan Yudha Dharma Utama di kantor Kemenkopolhukam, Jakarta, 28 Juni 2016. TEMPO/Yohanes Paskalis

    Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu usai penyerahan tanda kehormatan Yudha Dharma Utama di kantor Kemenkopolhukam, Jakarta, 28 Juni 2016. TEMPO/Yohanes Paskalis

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengaku sudah berkoordinasi dengan Menteri Pertahanan Malaysia Dato' Seri Hishammuddin Tun Hussein terkait dengan upaya pengamanan perairan Sabah, Malaysia. Rencana itu dipertegas lantaran terulangnya penculikan warga negara Indonesia di wilayah tersebut.

    Menurut Ryamizard, pengamanan kawasan di perairan Sulu, Filipina selatan, sudah berjalan dengan baik. Kini para perompak yang beroperasi di Sulu diduga memindahkan operasinya ke Sabah. Kelompok separatis Abu Sayyaf diketahui ada di balik semua kasus itu.

    "Sulu sudah tak terganggu. Batu bara tak diambil lagi. Sekarang mereka beroperasi di sekitar Sabah. Ini tahap kedua, agak sulit," ucap Ryamizard di Kementerian Pertahanan, Jakarta, Selasa, 22 November 2016.

    Salah satu hal yang menghambat operasi pengamanan kawasan di Malaysia, tutur Ryamizard, terkait dengan pembersihan rumah yang berada di pesisir perairan. Keberadaan rumah tersebut diyakininya sebagai lokasi persembunyian perompak.

    "Ada rumah-rumah menjorok (ke laut). Mereka bersembunyi di situ. Disuruh bersihkan, mereka (warga lokasi tersebut) malah demo," ujar mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat ini.

    Operasi pengamanan kawasan, tutur Ryamizard, akan dimulai dengan latihan gabungan. Namun dia tak menyampaikan rencana yang digagas pihaknya dengan Menteri Pertahanan Malaysia itu. "Itu nanti bersama menteri pertahanan masing-masing negara yang kasih petunjuk kepada tentaranya," tutur Ryamizard.

    Dengan penculikan terbaru yang terjadi di perairan Lahad Datu, Sabah, Sabtu lalu, total ada enam pelaut WNI yang kini disandera. Dua di antaranya sisa awak kapal Charles 001 milik perusahaan asal Samarinda yang disandera sejak 21 Juni 2016. Adapun empat lain adalah WNI yang bekerja legal di kapal berbendera Malaysia.

    YOHANES PASKALIS



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Industri Permainan Digital E-Sport Makin Menggiurkan

    E-Sport mulai beberapa tahun kemarin sudah masuk dalam kategori olahraga yang dipertandingkan secara luas.