Pemborong Nakal di Subang Bakal Diumumkan di Media Massa

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pelaksana tugas (Plt) Bupati Subang, Imas Aryumningsih menunggu pemeriksaan oleh penyidik di Gedung KPK, Jakarta, 20 Juni 2016. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Pelaksana tugas (Plt) Bupati Subang, Imas Aryumningsih menunggu pemeriksaan oleh penyidik di Gedung KPK, Jakarta, 20 Juni 2016. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Ptl. Bupati Subang, Jawa Barat, Imas Aryumningsih, mengeluarkan ancaman keras buat para pemborong nakal. "Jika mengerjakan proyeknya tidak sesuai bestek, pasti saya black list," katanya kepada Tempo, Selas, 22 Nopember 2016.

    Tak cuma dimasukkan ke daftar hitam, ujar Imas, para pemborong nakal tersebut, nama perusahaan dan nama pemiliknya akan langsung diumumkan. "Termasuk diumumkan di media massa," ujar Imas tegas saat bicara soal proyeksi pembangunan infrastruktur Tahun Anggaran 2017.

    Imas menebar ancaman tersebut karena terusik dengan capaian proyek pembangunan infrastruktur jalan kabupaten yang masih dimainkan pemborong dengan cara mengurangi kualitas pekerjaan. Akibatnya, daya tahan jalan tersebut tidak berumur lama. "Bahkan, ada yang pengerjaannya ditinggalkan sebelum selesai. Itu kan kurang ajar," ucapnya dengan nada kesal.

    Imas mengaku sudah memblacklist sejumlah perusahaan dan pemilik perusahaan konstruksi yang nakal tersebut terutama dalam pengerjaan proyek Tahun Anggaran 2015.

    Tahun ini mereka tak lagi mendapatkan proyek apa pun dari Pemkab Subang. Ikhwal hasil evaluasi proyek infrastruktur 2016, Imas mengaku belum ada pengusaha yang kena blacklist lagi. "Nanti, hasil akhir evaluasinya diumumkan di akhir tahun," tuturnya.

    Menurut Kepala Dinas Bina Marga dan Pengairan Kabupaten Subang, Besta Besuki, pada tahun anggaran 2016, Pemkab Purwakarta menggelontorkan dana Rp 300 miliar buat pembangunan dan perbaikan jalan kabupaten. Pengerjaannya sebagian ada yang sudah tuntas sebagian lainnya masih dalam pengerjaan.

    Sejauh ini, Besta mengaku  pengerjaan pembangunan infrastruktur jalan kabupaten berjalan sesuai jadwal. "Kualitas pengerjaannya pun lebih bagus ketimbang tahun lalu," ujarnya.

    Ia mengungkapkan, pada Tahun Anggaran 2017, anggaran buat kebutuhan pembangunan dan perbaikan infrastruktur jalan kabupaten meningkat menjadi Rp 350 miliar. Ada pun kondisi jalan kabupaten yang panjangnya mencapai 1.045 kilometer baru 65 persennya yang sudah dinyatakan dalam kondisi bagus.

    "Sisanya masih dalam kondisi rusak dan rusak parah," kata Besta. Ia menegaskan bahwa Plt.Bupati Imas berkomitmen untuk bisa menyelesaikan perbaikan seluruh ruas jalan rusak yang mencapai 350 kilometeran lagi tersebut paling lambat pada tahun 2018. "Kami pikir bisa," ujarnya.

    NANANG SUTISNA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Pilkada Langsung, Melalui DPRD, dan Asimetris

    Tito Karnavian tengah mengkaji sejumlah pilihan seperti sistem pilkada asimetris merupakan satu dari tiga opsi yang mungkin diterapkan pada 2020.