Aksi Bela Islam Dinilai Tak Jelas, Busyro: Buat Apa Diikuti  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Busyro Muqoddas, pria berumur 62 tahun ini mengakhiri jabatannya di KPK lewat keputusan Keputusan Presiden Nomor dengan 33 / P Tahun 2011 tentang Masa Jabatan Komisioner KPK. Dalam perjumpaan terakhirnya di gedung KPK 16 Desember 2014. TEMPO/Eko Siswono Toyudho.

    Busyro Muqoddas, pria berumur 62 tahun ini mengakhiri jabatannya di KPK lewat keputusan Keputusan Presiden Nomor dengan 33 / P Tahun 2011 tentang Masa Jabatan Komisioner KPK. Dalam perjumpaan terakhirnya di gedung KPK 16 Desember 2014. TEMPO/Eko Siswono Toyudho.

    TEMPO.CO, Batu  - Ketua Pengurus Pusat Muhammadiyah Busyro Muqoddas menilai rencana Aksi Bela Islam jilid III telah mengalami pergeseran, tak sebatas menyerukan tuntutan proses umum untuk penistaan agama yang diduga dilakukan calon gubernur, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

    "Agendanya tidak jelas buat apa diikuti," katanya seusai diskusi Pemilihan Kepala Daerah dalam Genggaman Pemodal di Omah Munir, Kota Batu, hari ini, 22 November 2016.

    Mantan pemimpin Komisi Pemberantasan Korupsi ini melihat ada agenda tersembunyi dalam Aksi Bela Islam III yang kabarnya akan dilakukan 25 November atau 2 Desember nanti. Menurut Busyro, aksi itu tak murni untuk membela Islam. Agenda tersembunyi dan diduga ada upaya untuk menggulingkan Presiden Joko Widodo.

    BacaPungut Iuran Keamanan Demo, RW Kelapa Gading Akan 'Dibina'

    Busyro menyatakan dia tak tahu siapa aktor dan yang mendanai aksi tersebut. Jika ksatria, dia melanjutkan, sampaikan kritik langsung kepada Presiden Jokowi secara terbuka. Dalam iklim demokrasi ada mekanisme untuk menyampaikan baik kritik maupun protes. Busyro juga menyayangkan aksi provokasi yang marak dilakukan di media sosial. 

    BacaMegawati: Sebagian Peserta Demo 4 November Hanya Ikut-ikutan

    "Telah ada manipulasi, antara di media sosial dan aksi sesungguhnya. Ini (demonstrasi) menggunakan kekuatan rakyat, lho," ucapnya. Busyro lantas meminta warga Muhammadiyah tak mengikuti Aksi Bela Islam III.

    Pada Aksi Bela Islam jilid I dan II. PP Muhammadiyah juga melarang warganya ikut aksi terutama membawa bendera dan simbol Muhammadiyah.

    EKO WIDIANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.