Ini Tanggapan Demokrat Soal Saran Megawati kepada Jokowi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (kanan), mengibarkan panji partai Demokrat didampingi pimpinan sidang, EE Mangindaan, saat penutupan Kongres Demokrat di  Surabaya, 13 Mei 2015. SBY terpilih secara aklamasi menjadi Ketum partai periode 2015-2020. TEMPO/Nurdiansah

    Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (kanan), mengibarkan panji partai Demokrat didampingi pimpinan sidang, EE Mangindaan, saat penutupan Kongres Demokrat di Surabaya, 13 Mei 2015. SBY terpilih secara aklamasi menjadi Ketum partai periode 2015-2020. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Jakarta – Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Roy Suryo mengatakan saran Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Megawati Soekarnoputri kepada Presiden Joko Widodo agar bertemu dengan para ketua umum partai politik merupakan hal yang bagus. “Presiden harus membina dan mengayomi semua partai yang ada,” katanya saat dihubungi, Senin, 21 November 2016.

    Presiden Joko Widodo, kata Roy, dapat mengunjungi satu per satu pemimpin partai atau mengumpulkannya di satu tempat. “Terserah, setiap pemimpin punya gaya sendiri-sendiri,” ujarnya.

    Baca: Mega Sarankan Jokowi Kumpulkan Semua Pemimpin Partai, Gawat?

    Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga ini berujar, merupakan hal yang wajar bila Presiden mengumpulkan pemimpin partai saat ini. Sebab, kondisi politik saat ini tengah menghangat. “Kalau tenang-tenang saja, saya kira tidak terlalu ada dinamika semacam ini,” tuturnya.

    Roy menyayangkan porsi kunjungan Presiden yang lebih banyak mendatangi satuan Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian ketimbang tokoh-tokoh politik. Menurut dia, Indonesia harus meniru negara lain yang mulai mempersiapkan kebijakan politiknya, terutama setelah kemenangan Donald Trump dalam pemilihan Presiden Amerika Serikat.

    Menurut Roy, Presiden Joko Widodo harus melihat tantangan Indonesia yang datang dari luar. “Ancaman kita bukan hanya dari dalam, tapi juga dari luar,” tuturnya.

    Baca: Setelah Prabowo, Giliran Megawati Kunjungi Jokowi

    Mengenai sikap Partai Demokrat sendiri, Roy menegaskan partainya dan Ketua Umum Susilo Bambang Yudhoyono dalam posisi menunggu dan melihat apakah Presiden akan mengunjunginya atau tidak. “Demokrat dalam posisi tidak perlu meminta atau mengusulkan. Kami wait and see,” ucapnya.

    Senin siang, 21 November 2016, Megawati berkunjung ke Istana Negara dan bertemu dengan Presiden Joko Widodo. Mega menyarankan agar Jokowi mengumpulkan ketua umum partai politik dalam waktu dekat. Alasannya, untuk merespons situasi politik Indonesia memanas menjelang pilkada serentak 2017.

    AHMAD FAIZ

    Baca juga:
    Ahok Jalani Pemeriksaan Perdana sebagai Tersangka Besok
    Prabowo Temui Jokowi, Fadli Zon: Gerinda Tak Minta Jabatan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut Gojek.