ABK Diculik Lagi, Ryamizard: Sudah Dibilang Jangan ke Situ  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu usai penyerahan tanda kehormatan Yudha Dharma Utama di kantor Kemenkopolhukam, Jakarta, 28 Juni 2016. TEMPO/Yohanes Paskalis

    Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu usai penyerahan tanda kehormatan Yudha Dharma Utama di kantor Kemenkopolhukam, Jakarta, 28 Juni 2016. TEMPO/Yohanes Paskalis

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu menyalahkan para anak buah kapal lantaran penculikan anak buah kapal di perairan Malaysia dan Filipina kembali terulang. Menurut dia, para anak buah kapal sudah diperingatkan untuk tidak lagi melewati jalur-jalur perairan yang sebelumnya menjadi lokasi penculikan.

    "Kan udah dibilang, jangan ke situ, jangan ke situlah, masih aja ke situ," ujar Ryamizard di Istana Kepresidenan, Senin, 21 November 2016.

    Sebagaimana telah diberitakan, dua anak buah kapal asal Indonesia diculik oleh kelompok bersenjata pada hari Sabtu pekan lalu di perairan Malaysia. Penculikan terjadi pukul 18.30 waktu setempat, di perairan dekat Kota Lahat Datu, Sabah Timur, Malaysia. 

    Penculikan itu bukan yang pertama bulan ini. Dua pekan lalu, penculikan serupa terjadi dengan korban dua anak buah kapal. Mereka diculik oleh pasukan bersenjata. 

    Ryamizard yakin para anak buah kapal tidak akan terculik jika tidak lewat perairan dekat Sabah. Lagi pula, kata dia, Indonesia, Malaysia, dan Filipina telah meningkatkan keamanan di perairan-perairan lain.

    "Pengamanan yang sekarang itu sudah efektif. Ngarang kalau ada yang bilang gagal. Kelompok Abu Sayyaf itu sudah ada 400 yang mati, yang culik sudah dibebaskan. Yang bilang enggak efektif enggak tahu aja," ujarnya.

    Meski mengklaim pengamanan tiga negara sudah efektif, Ryamizard mengatakan pihaknya akan tetap rutin menggelar pertemuan dengan Kementerian Pertahanan Malaysia dan Singapura. Rencananya, pada 23 November, akan digelar pertemuan tersebut. "Ya, nanti saya ketemu terus," ujarnya.

    ISTMAN M.P.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Ahok, dari DPRD Belitung hingga Gubernur DKI Jakarta

    Karier Ahok bersinar lagi. Meski tidak menduduki jabatan eksekutif, ia akan menempati posisi strategis: komisaris utama Pertamina.