Pengawas Temukan 20 Ribu Pemilih Bermasalah di Kendari  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tiga pasangan calon Walikota Kendari, Razak-Haris nomor urut 1 (kiri), ADP-Zul nomor urut 2 (tengah) dan Derik-Syariah nomor urut 3 (kanan), saat deklarasi kampanye damai di eks MTQ Kendari, Sulawesi Tenggara, 28 Oktober 2016. Pemilihan calon walikota dan wakil walikota Kendari yang akan digelar 15 Februari 2016. ANTARA/Jojon

    Tiga pasangan calon Walikota Kendari, Razak-Haris nomor urut 1 (kiri), ADP-Zul nomor urut 2 (tengah) dan Derik-Syariah nomor urut 3 (kanan), saat deklarasi kampanye damai di eks MTQ Kendari, Sulawesi Tenggara, 28 Oktober 2016. Pemilihan calon walikota dan wakil walikota Kendari yang akan digelar 15 Februari 2016. ANTARA/Jojon

    TEMPO.CO, Kendari - Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih) Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, menemukan 20 ribu lebih pemilih bermasalah dalam daftar pemilih sementara (DPS) yang ditetapkan Komisi Pemilihan Umum untuk pemilihan wali kota dan wakil wali kota Kendari tahun depan. Kebanyakan permasalahan itu adalah dugaan pemilih ganda.

    Ketua Panwaslih Kendari Alasman Mpesau mengatakan jumlah tersebut ditemukan dari DPS yang ada di 10 kecamatan di Kota Kendari. Di setiap kecamatan, rata-rata 1500-2500 pemilih bermasalah.

    “Misalnya, di Kecamatan Kendari Barat sekitar 1500. Selain ditemukan pemilih ganda, terdapat pemilih yang sudah meninggal, sudah jadi TNI/Polri, tidak punya NIK (nomor induk kependudukan), dan sebagainya,” kata Alasman kepada Tempo di Kendari, Senin, 21 November 2016.

    Temuan tersebut didapat dengan cara “sisir kutu” terhadap DPS yang sudah ditetapkan, kemudian ditabulasikan. Selain itu, Panwaslih Kecamatan (Panwascam) dan Panitia Pengawas Lapangan (PPL) mengecek ke lapangan terkait dengan data DPS yang diduga bermasalah.

    Baca juga: Peserta Pilkada Kota Kendari Saling Klaim Nomor Urut Terbaik

    Panwaslih juga menemukan data fiktif, yakni ada warga yang memiliki nama di DPS, tapi setelah diverifikasi PPL, warga tersebut tidak ada atau bukan warga di kelurahan setempat. Berbagai temuan tersebut sudah direkomendasikan kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk diperbaiki.

    Menurut Alasman, saat ini, KPU yang didampingi PPL dan Panwascam sedang memverifikasi faktual di lapangan terkait dengan laporan-laporan pemilih bermasalah. Masalah DPS tersebut diharapkan dapat segera terselesaikan sebelum penetapan Daftar Pemilih Tetap (DPT) pada awal Desember 2016.

    Sebelumnya, DPS yang telah ditetapkan KPU mencapai 193.432 pemilih pada 30 Oktober 2016 lalu. Jumlah tersebut jauh berkurang dibanding DPT Pemilihan Presiden dua tahun lalu yang mencapai 243.682 orang.

    ROSNIAWANTY FIKRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.