Panglima TNI Perintah Pengamanan Aksi Bela Islam tanpa Senjata

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo bersama Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian mengikuti acara Istighosah dan Doa Keselamatan Bangsa di Lapangan Silang Monas, Jakarta Pusat, 18 November 2016. Tempo/Dian Triyuli Handoko

    Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo bersama Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian mengikuti acara Istighosah dan Doa Keselamatan Bangsa di Lapangan Silang Monas, Jakarta Pusat, 18 November 2016. Tempo/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.CO, Jakarta - Panglima Tentara Nasional Indonesia Jenderal Gatot Nurmantyo memastikan pengamanan aksi damai Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia pada 2 Desember 2016 berlangsung tanpa senjata. Ia memastikan tak akan melanggar hak asasi warga negara dalam menyampaikan aksinya.

    "Untuk itu saya perintahkan prajurit tidak bersenjata. Apabila ada kelompok yang akan jihad bersenjata, akan kita lawan dengan tidak bersenjata, dengan tangan kosong," kata Gatot di Markas Besar Kepolisian Negara Republik Indonesia, Jakarta, Senin, 21 November 2016.

    Gatot mengatakan telah memerintahkan panglima komando utama untuk melatih prajuritnya. Ia menjamin setiap prajuritnya siap diterjunkan untuk menghadapi aksi ini. Ia pun berharap aksi ini tidak bisa dibiarkan berlarut-larut karena mengganggu ketenangan masyarakat.

    Baca: Demo 2 Desember Tuntut Penahanan Ahok, Ini Sikap PDIP

    "Saya ingatkan, prajurit saya bukan penakut setiap ada tugas di mana pun. Jiwa mereka ingin jadi pahlawan. Kejadian ini tidak boleh berlarut-larut karena menghambat untuk masyarakat hidup tenang," ujar Gatot.

    Hari ini, Kepala Polri Jenderal Tito Karnavian dan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo memberi arahan melalui video conference yang diikuti seluruh kepolisian daerah dan panglima daerah militer. Tujuannya mengantisipasi aksi unjuk rasa Aksi Bela Islam pada Desember mendatang.

    Aksi ini digagas Front Pembela Islam FPI dan GNPF MUI. Juru bicara FPI, Munarman, mengatakan aksi tersebut untuk merespons penetapan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sebagai tersangka, tapi tidak ditahan. Para pendemo rencananya akan salat Jumat di sepanjang Jalan Sudirman dan Jalan M.H. Thamrin.

    ARKHELAUS W. | DEWI SUCI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.