Kapolri Sebut Ada Agenda Terselubung Demo 25 November  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal M. Tito Karnavian berjalan keluar usai menghadiri kegiatan Tabligh Akbar di Masjid Jamie Al Riyadh di Senen, Jakarta Pusat, 20 November 2016. Tempo/Rezki Alvionitasari.

    Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal M. Tito Karnavian berjalan keluar usai menghadiri kegiatan Tabligh Akbar di Masjid Jamie Al Riyadh di Senen, Jakarta Pusat, 20 November 2016. Tempo/Rezki Alvionitasari.

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Jenderal Tito Karnavian mengatakan ada agenda terselubung dalam unjuk rasa yang akan digelar di gedung Dewan Perwakilan Rakyat RI pada 25 November mendatang. Kata Tito, ada beberapa kelompok yang ingin masuk dan "menguasai" DPR.

    "Perbuatan yang bermaksud menguasai itu jelas melanggar hukum. Kalau itu bermaksud untuk menjatuhkan atau menggulingkan pemerintah, jelas masuk makar," kata Tito di markasnya, Senin, 21 November 2016.

    Tito menjelaskan sudah ada sejumlah pertemuan-pertemuan antartokoh dari beberapa kelompok masyarakat untuk menggerakkan massa dan menggulingkan pemerintah Presiden Joko Widodo. Dalam rapat tersebut, kata Tito, massa juga diminta membawa bambu runcing untuk melawan petugas.

    Baca:
    Putri Sukarno Ini Tuding Jokowi Aktor Politik Demo 4/11
    Ahmad Dhani Dukung Demonstran 2 Desember Bawa Bambu Runcing
    Yahudi Minta Trump Tidak Data Muslim, Atau Ini yang Terjadi

    "Kami akan bertindak tegas apalagi sampai mengarah ke agenda tertutup itu," ujarnya. "Apabila sampai melawan petugas dengan membawa bambu runcing, kami akan lakukan tindakan hukum."

    Seperti yang diberitakan sebelumnya, demo 25 November dilakukan sebagai bentuk tuntutan massa kepada Polri untuk segera menahan Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Mereka merasa tak puas dengan status Ahok sebagai tersangka dugaan penistaan agama. 

    DEWI SUCI RAHAYU


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti UN, dari Ujian Negara hingga Kebijakan Nadiem Makarim

    Nadiem Makarim akan mengganti Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Gonta-ganti jenis UN sudah belangsung sejak 1965.