Ormas Projo Dukung Jokowi dan Yudhoyono Bertemu

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • SBY memberikan ucapan selamat kepada Jokowi usai pelantikan Presiden di Gedung DPR/MPR, Jakarta, Senin 20 Oktober 2014. Oscar Siagian/Getty Images

    SBY memberikan ucapan selamat kepada Jokowi usai pelantikan Presiden di Gedung DPR/MPR, Jakarta, Senin 20 Oktober 2014. Oscar Siagian/Getty Images

    TEMPO.CO, Jakarta - Organisasi kemasyarakatan pendukung Presiden Joko Widodo, Projo, mendukung gagasan pertemuan Presiden Jokowi dengan Presiden RI keenam Susilo Bambang Yudhoyono. Mereka menganggap dialog dan komunikasi seperti itu sebagai hal positif.

    "Kami mendukung setiap upaya yang dilakukan siapa pun untuk persatuan nasional dan kemajuan bangsa," kata Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi melalui keterangan tertulis yang diterima Tempo, Ahad, 20 November 2016.

    Menurut Budi, di tengah kondisi bangsa yang sangat dinamis akhir-akhir ini, dialog konstruktif dan suasana yang kondusif diperlukan. Terlebih tantangan di era Masyarakat Ekonomi ASEAN memerlukan penyatuan seluruh elemen, dan komponen bangsa untuk bersatu serta bekerja bersama. "Jangan sampai kita diempas di era kompetisi yang ketat, karena lengah dan tercerai-berai."

    Baca: Serukan Perdamaian, Kapolri Ikut Tablig Akbar di Kwitang

    Budi menambahkan, kalaupun nantinya pertemuan itu akan disangkutpautkan dengan pemilihan kepala daerah DKI 2017, dia menganggap pilkada DKI ataupun di daerah lain merupakan pesta demokrasi masyarakat. Dia melihat pilkada bukanlah suatu zero-sum game. "Setelah pilkada usai ya bersatu lagi."

    Budi percaya Presiden Joko Widodo, Susilo Bambang Yudhoyono, Megawati Soekarnoputri, Prabowo Subianto, dan sejumlah tokoh bangsa lain sangat merindukan persatuan Indonesia. "Kami percaya mereka mencintai Indonesia di atas kepentingan pribadi, kelompok, sesaat, dan jangka pendek."

    Budi menuturkan bahwa Pancasila, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika, merupakan warisan berharga pendiri bangsa, yang harus dijaga. "Jaga bersama dan ini tugas mulia dan wajib kita emban sebagai warga bangsa," ujarnya.

    Baca: Putri Sukarno Ini Tuding Jokowi Aktor Politik Demo 4/11

    DIKO OKTARA

    Catatan:
    Artikel ini sudah mengalami koreksi pada judul pada pukul 19.17 WIB.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti UN, dari Ujian Negara hingga Kebijakan Nadiem Makarim

    Nadiem Makarim akan mengganti Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Gonta-ganti jenis UN sudah belangsung sejak 1965.