Begini Trik Polisi Awasi Dwelling Time di Pelabuhan Makassar

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah penumpang tiba di Pelabuhan Soekarno-Hatta Makassar, 22 Juli 2015. Arus balik penumpang pada Idul Fitri 1436 Hijiah, di Pelabuhan tersebut mencapai  puncaknya pada hari Rabu, atau pada  H+5 lebaran. TEMPO/Hariandi Hafid

    Sejumlah penumpang tiba di Pelabuhan Soekarno-Hatta Makassar, 22 Juli 2015. Arus balik penumpang pada Idul Fitri 1436 Hijiah, di Pelabuhan tersebut mencapai puncaknya pada hari Rabu, atau pada H+5 lebaran. TEMPO/Hariandi Hafid

    TEMPO.CO, Makassar -- Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan menggunakan cara khusus untuk mengawasi secara ketat proses dwelling time di Pelabuhan Soekarno Hatta, Makassar.

    "Setiap kontainer yang masuk akan ditempeli stiker masa tunggu," kata Kepala Polda Sulawesi Selatan, Inspektur Jenderal Anton Charliyan, Jumat 18 November 2016.

    Menurut Anton, cara itu sebagai tanda untuk membedakan kontainer yang lama dan baru masuk di pelabuhan. Dengan cara itu, kata dia, pihaknya lebih mudah untuk mengontrol kontainer yang sudah lebih dahulu dilayani.

    "Jadi ada tanda untuk menguber-uber pemilik kontainer untuk mempercepat pengisian," ujar Anton.

    Menurut dia, saat kontainer tengah dalam perjalanan menuju Makassar, tim khusus dwelling time sudah melakukan komunikasi untuk pengurusan dokumen dan perizinan. Hal itu mempercepat kelancaran masuknya kontainer ini.

    "Jadi tim yang ada proaktif mengurus barang yang datang sampai menyiapkan truk pengangkut," ujar Anton.

    Dia menilai persoalan dwelling time dipicu oleh sistem yang buruk selama ini. Itu sebabnya, pihaknya turut melakukan pengawasan ketat agar sistem yang terbangun di Pelabuhan berjalan dengan baik.

    "Karena ada juga yang ogah-ogahan bekerja kalau tidak diawasi," imbuh dia.

    Awalnya, Polda Sulawesi Sekatan melakukan serangkaian penindakan dugaan pungutan liar di pelabuhan. Praktik itu dinilai menjadi salah satu penyebab lambatnya proses bongkar muat kontainer.

    "Itu shock terapi yang dilakukan dan ternyata sistemnya akhirnya diperbaiki," ujar Anton.

    Direktur PT Pelindo IV Makassar, Doso Agung, menyatakan satuan tugas yang dibentuk oleh kepolisian bertugas secara bergiliran selama 24 jam. Dia mengaku terbantu dengan keberadaan polisi untuk memangkas waktu tunggu.

    Doso juga mengatakan pihaknya melakukan koordinasi dengan pengusaha yang telah memiliki dokumen dari Bea dan Cukai agar segera memindahkan kontainer. "Kontainer itu dipindahkan ke tempat penyimpanan sementara yang telah disiapkan," ujar dia.

    Lamanya proses bongkar muat peti kemas di pelabuhan ini mampu membutuhkan waktu hanya 2,48 hari.

    "Target dari presiden yakni maksimal 2,5 hari telah terpenuhi," kata Doso.

    Menurut Doso, waktu 2,48 hari merupakan yang tercepat di seluruh pelabuhan besar di Indonesia. sebelumnya, masa tunggu bongkar muat kontener di Pelabuhan ini mencapai 6 hari.

    ABDUL RAHMAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.