Isu Rush Money Hoax, Tito: Polisi Akan Tangkap Penyebarnya  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo didampingi Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian dan Mensesneg, Pratikno menjawab pertanyaan wartawan usai memberikan arahan kepada jajaran polri di auditorium PTIK/STIK, Jakarta, 8 November 2016. Tempo/ Aditia Noviansyah

    Presiden Joko Widodo didampingi Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian dan Mensesneg, Pratikno menjawab pertanyaan wartawan usai memberikan arahan kepada jajaran polri di auditorium PTIK/STIK, Jakarta, 8 November 2016. Tempo/ Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Surabaya – Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal Tito Karnavian mengatakan polisi menyelidiki penyebar isu rush money. Melalui unit cyber, polisi akan cari siapa penyebar isu itu.

    "Kami akan tangkap," kata Tito seusai seminar Membangun Nilai-Nilai Kebangsaan Dalam Bingkai Kebhinnekaan di gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Jawa Timur, Sabtu, 19 November 2016.

    Sebelumnya, beredar kabar di media sosial bahwa akan ada gerakan penarikan uang besar-besaran (rush money). Gerakan itu diisukan terjadi di tengah situasi perkara Ahok yang memanas.

    Informasi yang beredar, rush money digaungkan menjelang demonstrasi susulan terhadap kasus dugaan penistaan agama oleh Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

    Soal perkembangan penyelidikan, Tito enggan menjelaskan. "Kalau dijelaskan ke ruang publik bisa tahu nanti," katanya.  

    Isu rush money itu, menurut Tito, sengaja diembuskan untuk mengganggu ekonomi Indonesia. Karena itu, masyarakat jangan sampai terpengaruh isu itu.

    "Isu itu hoax, tidak betul ada rush money," katanya.

    Menurut Tito, isu mengenai rush money juga tidak bisa dibuktikan sekarang. Dia meminta agar publik tidak terprovokasi. “Sumbernya enggak jelas, faktanya enggak ada.”

    Tito menjelaskan kondisi keamanan Indonesia saat ini dalam kondisi aman. Jika akhir-akhir ini banyak demo terhadap kasus Ahok adalah hal biasa seperti demo pada umumnya.

    "Saya sudah koordinasi dengan Panglima TNI, keamanan aman," tuturnya.

    EDWIN FAJERIAL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.