Ketua MPR: Meninggalnya Sutan Bhatoegana Mengejutkan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sutan Bhatoegana sebelum memasuki mobil tahanan di Gedung KPK, Jakarta, 26 Mei 2016. Sebelumnya Mahkamah Agung menolak kasasi Sutan pada April 2016 lalu dengan hukuman Sutan diperberat dari 10 menjadi 12 tahun penjara. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Sutan Bhatoegana sebelum memasuki mobil tahanan di Gedung KPK, Jakarta, 26 Mei 2016. Sebelumnya Mahkamah Agung menolak kasasi Sutan pada April 2016 lalu dengan hukuman Sutan diperberat dari 10 menjadi 12 tahun penjara. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Zulkifli Hasan mengaku terkejut dengan kabar meninggalnya Sutan Bhatoegana. Meskipun begitu, ia mengetahui kesehatan Sutan yang memburuk sebelumnya.

    Memang kita melihat kesehatan yang terus menurun. Saya lihat gambar dan cerita teman-teman, saya kira takdir itu dari Allah," kata Zulkifli di Kompleks Parlemen, Senayan, Sabtu, 19 November 2016.

    Ia pun menyampaikan berduka cita dan berharap keluarga bisa menerima meninggalnya Sutan. "Semoga keluarga yang ditinggal diberi kekuatan untuk menerima kepulangan Sutan ke pangkuan ilahi. Sekali lagi kita turut berduka cita," ujarnya.

    Sutan meninggal setelah kondisi kesehatan memburuk lantaran menderita kanker hati atau lever. Mantan Ketua Komisi Energi DPR ini sebelumnya harus dipindahkan ke ruang high care unit untuk mendapatkan penanganan intensif.

    Sutan menjalani perawatan di Rumah Ssakit Hermina, Bandung, 8-11 Oktober 2016. Eks politikus Partai Demokrat itu dirujuk ke RS Medistra Jakarta. Terakhir, Sutan dirawat di RS BMC Bogor atas permintaannya karena dekat dengan keluarga. Ia dimakamkan di Pemakaman Guru Tama, Parung, Bogor, Minggu ini.

    ARKHELAUS WISNU


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.