Pemerintah Segera Rampungkan PP Bank Tanah  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Serah terima jabatan Menteri Agraria dan Tata Ruang periode 2014-2016, Ferry Mursyidan Baldan kepada Menteri ATR baru, Sofyan Djalil di Kementerian ATR,  27 Juli 2016. TEMPO/Auzi Amazia

    Serah terima jabatan Menteri Agraria dan Tata Ruang periode 2014-2016, Ferry Mursyidan Baldan kepada Menteri ATR baru, Sofyan Djalil di Kementerian ATR, 27 Juli 2016. TEMPO/Auzi Amazia

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) segera merampungkan rancangan Peraturan Pemerintah tentang Bank Tanah. Rencananya peraturan ini akan selesai pada awal 2017.

    Menteri ATR/Kepala BPN Sofyan A. Djalil mengatakan saat ini pemerintah sedang gencar melakukan pembangunan. Namun, ia menyayangkan karena negara tidak memiliki tanah. “Kami sedang membangun, tapi negara tidak punya tanah. Mau bikin kawasan industri tidak punya tanah. (Karena itu) bank tanah akan kita lahirkan,” ujarnya dalam jumpa pers di kantor Kementerian ATR/BPN Jakarta, Kamis, 17 November 2016.

    Baca: Kementerian Agraria dan Tata Ruang Segera Bentuk Bank Tanah

    Menurut Sofyan, banyak bank tanah yang dikuasai oleh perusahaan properti swasta. Ia berharap dengan adanya lembaga bank tanah, pemerintah bisa secara otomatis dapat mengontrol harga tanah sehingga masyarakat kecil bisa memiliki akses untuk membeli rumah dengan harga terjangkau.

    Tenaga Ahli Menteri Himawan Arief Sugoto menambahkan, Peraturan Pemerintah tentang Bank Tanah juga dibutuhkan untuk menjamin kesediaan tanah pada program nasional pemerintah. Selain itu, keberadaan bank tanah juga dapat mengendalikan fluktuasi harga tanah di pasar dan pengendalian kekuasaan.

    “Banyak pelaku usaha yang menguasai tanah sehingga masyarakat berpenghasilan rendah tidak memiliki aset," ujar Himawan. "Bank tanah menyeimbangkan sehingga mereka juga bisa menguasai aset."

    Himawan menyorot bagaimana kondisi kenaikan harga rumah di Indonesia yang saat ini telah mencapai kisaran 200 persen setahun. Intervensi pasar yang dilakukan pemerintah dengan menyediakan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dengan bunga rendah juga belum mampu mendorong daya beli masyarakat sehingga banyak yang kesulitan memiliki rumah.

    Pemerintah, kata Himawan, tidak bisa mengendalikan harga konstruksi. Dari posisi suplai yang bisa dipastikan adalah harga tanah. "Bank tanah diperlukan untuk mengendalikan harga tanah, sehingga harga rumah lebih baik,” ucap mantan Direktur Utama Perum Perumnas tersebut.

    Bank tanah nantinya akan menginventarisasi lahan-lahan milik pemerintah pusat dan daerah yang tidak terpakai. Pemerintah juga akan mengidentifikasi tanah yang telah berubah peruntukannya seperti tanah perkebunan yang telah beralih fungsi menjadi permukiman ataupun tanah Hak Guna Bangunan/Hak Guna usaha yang telah berubah fungsi.

    MAYA AYU PUSPITASARI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.