Kapolri Pertaruhkan Jabatan, Soal Ahok Selesai Tiga Pekan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian (kiri) bersama Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo memantau unjuk rasa 4 November di sisi barat Istana Merdeka, Jakarta, 4 November 2016. ANTARA/Puspa Perwitasari

    Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian (kiri) bersama Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo memantau unjuk rasa 4 November di sisi barat Istana Merdeka, Jakarta, 4 November 2016. ANTARA/Puspa Perwitasari

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal Tito Karnavian mengatakan secara tegas bahwa kepolisian akan bersikap profesional dalam menangani perkar dugaan penistaan agama yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

    Ia bahkan mempertaruhkan jabatannya demi independensi penanganan perkara Ahok. “Taruhannya saya sebagai Kapolri,” kata dia di kantor Majelis Ulama Indonesia, Jumat, 18 November 2016.

    Pernyatan Tito terlontar menyusul rencana demo jilid lll yang digelar pada 2 Desember mendatang. Ia menganggap demo tak perlu dilakukan lantaran kepolisian sudah bekerja profesional.

    Berkaitan dengan rencana demo susulan jilid III pada 2 Desember 2016, Tito meminta masyarakat lebih cerdas menyikapi. Sebab demonstrasi bisa berdampak pada kerusuhan apabila ada pihak yang memprovokasi. Namun apabila masyarakat mempercayai kepolisian, ia menilai demo tidak perlu kembali digelar.

    Kepala Bagian Mitra Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Polri yang baru Komisaris Besar Awi Setiyono mengatakan pihaknya menargetkan berkas perkara dugaan penistaan agama yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama diselesaikan secepatnya.

    “Tiga pekan kasus ini bisa diberkas lalu dilimpahkan ke jaksa penuntut umum untuk yang pertama,” ujar dia.

    Awi mengklaim penyelesaian kasus Ahok tergolong cepat. Saat ini telah dilakukan pemberkasan dari berita acara intrograsi menjadi berita acara pemeriksaan. Ia menambahkan dalam dua hari ini telah ada 19 saksi yang diperiksa ulang dalam berita acara pemeriksaan.


    DANANG FIRMANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Berbagai Cara dalam Menekan Pelanggaran Batasan Bawaan Penumpang

    Direktorat Jenderal Bea dan Cukai terus berupaya menekan pelanggaran batasan bawaan penumpang dari luar negeri di pintu masuk bandara.