Kapal Penyelundup Bawang Ditangkap Bea Cukai di Kepulauan Riau

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Salah satu nakhoda dan ABK melarikan diri dengan melompat ke laut. Sampai kini, jasadnya belum ditemukan.

    Salah satu nakhoda dan ABK melarikan diri dengan melompat ke laut. Sampai kini, jasadnya belum ditemukan.

    INFO NASIONAL - Direktorat Jenderal Bea Cukai merilis hasil penindakan laut berupa bawang merah dan pakaian bekas asal Malaysia di Gudang Tangkapan Kanwil DJBC Khusus Kepulauan Riau periode 8-12 November 2016.

    Kepala Kantor Wilayah DJBC Khusus Kepulauan Riau Parjiya menjelaskan, dari penindakan tersebut, pihaknya menahan empat kapal motor (KM) berbendera Indonesia tanpa dilengkapi dokumen pelindung yang sah. Adapun barang cegahan berupa 50 ton bawang merah dan 335 ball (karung besar) pakaian bekas.

    Bawang merah seberat itu merupakan muatan KM Karya Sakti sebanyak 3.115 karung seberat 28 ton. Hasil pertanian ini asal Pasir Gudang Malaysia yang dibawa menuju Bengkalis, Kepulauan Riau. Kemudian, kapal patroli BC-9004 menegah kapal tersebut pada Minggu, 6 November 2016, pukul 22.00 WIB di perairan Bantan Tengah, Kepulauan Riau. Nilai barang diperkirakan mencapai Rp 841 juta (asumsi harga bawang merah Rp 30.000 per kilogram).

    Adapun muatan KM Diandra seberat 400 karung (3,6 ton) asal Batu Pahat, Malaysia, menuju Bengkalis. Nilai muatan kapal diperkirakan mencapai Rp 108 juta dan sudah diamankan petugas Bea Cukai pada Selasa, 8 November 2016, pukul 08.50 WIB. “Saat dilakukan penindakan, KM Diandra menabrakkan diri ke Kapal Patroli BC 9004 sehingga KM tersebut tenggelam,” kata Parjiya.

    Beberapa jam sebelumnya, Kapal BC 20010 menegah KM Sumber Baru yang bermuatan 335 ball pakaian bekas dengan perkiraan nilai barang mencapai Rp 971 juta. Barang bekas ini berasal dari Port Klang, Malaysia, menuju Tanjung Balai Asahan.

    Petugas juga menangkap kapal tersebut pada Selasa, 8 November 2016, pukul 04.30 WIB di perairan Gosong Tambuntulang. Pada saat dilakukan penindakan, nakhoda dan satu orang ABK KM Sumber Baru melarikan diri dengan melompat ke laut. Pencarian telah dilakukan, tapi nakhoda dan ABK itu tidak dapat ditemukan.

    Terakhir, Kapal Patroli BC 9004 kembali melakukan penindakan dengan menegah KM Tanpa Nama yang bermuatan 1.853 karung bawang merah seberat 16,67 ton dengan perkiraan nilai mencapai Rp 500 juta. Bawang merah ini juga berasal dari Batu Pahat, Malaysia, tujuan Tanjung Batu dan diamankan pada Sabtu, 12 November 2016, pukul 22.30 WIB di perairan Tanjung Sampayan. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Erupsi Merapi Dibanding Letusan Raksasa Sejak 7200 Sebelum Masehi

    Merapi pernah meletus dengan kekuatan 4 Volcanic Explosivity Index, pada 26 Oktober 2010. Tapi ada sejumlah gunung lain yang memiliki VEI lebih kuat.