BNPB Ajak 8 Kabupaten/Kota Normalisasi Sungai Citarum

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petani di Desa Karangligar, Kecamatan Telukjambe Barat, Karawang, Jawa Barat, memanen padinya yang terendam banjir, Selasam, 15 November 2016. (TEMPO/Hisyam Lutffiana)

    Petani di Desa Karangligar, Kecamatan Telukjambe Barat, Karawang, Jawa Barat, memanen padinya yang terendam banjir, Selasam, 15 November 2016. (TEMPO/Hisyam Lutffiana)

    TEMPO.CO, Karawang  - Pemerintah Daerah Kabupaten Karawang mengajak tujuh daerah yang dilalui Sungai Citarum untuk berkomitmen menormalisasi Sungai Citarum dan Cibeet. "Jika tidak sepaham, selamanya setiap musim hujan akan banjir," kata Kepala Badan Penanganan Bencana Nasional Willem Rampangilei di Karawang, Jawa Barat, Kamis, 17 November 2016.

    Willem bersama Wakil Bupati Karawang Ahmad Zamakhsyari memantau kondisi dua sungai yang melintasi tujuh daerah itu melalui udara. Willem maupun Ahmad Zamakhsyari mengaku kaget lantaran kondisi Sungai Citarum amat rusak. "Sudah sangat mengkhawatirkan. Kita harus segera menormalisasi kedua sungai itu," kata Willem.

    Ahmad dan Willem mengaku melihat pendangkalan di dua sungai itu. Selain pendangkalan, keduanya menemukan alih fungsi lahan di bantaran sungai. Ahmad mengaku, secepatnya pemerintah daerah Karawang akan mengirim surat kepada gubernur Jawa Barat. Isinya berupa ajakan untuk membuat kebijakan terintegrasi antara Karawang dan 7 daerah lain yang dilalui Sungai Citarum.

    Tujuh daerah itu adalah Kabupaten Bogor, Cianjur, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Bandung, Purwakarta, Subang, dan Bekasi. "Instansi vertikal seperti BBWS, PJT II dan PSDA juga perlu dilibatkan," kata Ahmad. Ia akan segera menggelar rapat koordinasi tingkat provinsi di Jawa Barat.

    Ahmad mengajak kalangan industri untuk ikut berkontribusi. Salah satunya adalah Toyota Motor Manufacturing Indonesia. Lumpuhnya kawasan industri Suryacipta saat banjir besar di Karawang menjadi pelajaran bagi kalangan industri. "Bukan tidak mungkin, KIIC bisa lumpuh jika dampak banjir meluas," kata Ahmad.

    Sebelumnya, banjir melanda sejumlah wilayah di Jawa Barat. Sebanyak 2 ribu orang dilaporkan mengungsi akibat banjir Sungai Citarum. Banjir tak hanya melanda wilayah Bandung, tetapi juga Bekasi, dan beberapa daerah Jawa Barat bagian utara. Banjir dikhawatirkan akan mengganggu investiasi di Karawang. *

    Baca:
    Banjir Dikhawatirkan Menurunkan Investasi di Karawang
    Banjir, Kabupaten Bekasi Siaga 1
    2.000 Orang Mengungsi Akibat Banjir Citarum di Bandung

    Apien Wibawa, General Affair TMMIN mengaku banjir di Karawang berdampak pada produksi di dua pabrik Toyota. "Banyak karyawan kami yang terganggu saat berangkat dan pulang kerja," kata Apien seusai menyerahkan bantuan untuk korban banjir kepada pemerintah Karawang, Jawa Barat, Kamis, 17 November 2016.

    Apien yakin pembenahan Sungai Citarum dan Cibeet berdampak baik bagi industri manufaktur di Karawang di masa depan. Menurut dia, setelah menormalisasi dan mengeruk sungai, Karawang akan menjadikan sungai sebagai sarana transportasi. "Selain lewat jalan darat, di masa mendatang, hasil produksi akan diangkut lewat sungai," kata Ahmad.

    HISYAM LUTHFIANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.