Ahok Tersangka, Setya Novanto-Surya Paloh Gelar Pertemuan Tertutup

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh, dan Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto menghadiri acara Buka Puasa bersama Keluarga Besar Partai Nasdem di Kantor DPP Nasdem, Kamis, 9 Juni 2016. TEMPO/Larissa

    Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh, dan Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto menghadiri acara Buka Puasa bersama Keluarga Besar Partai Nasdem di Kantor DPP Nasdem, Kamis, 9 Juni 2016. TEMPO/Larissa

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto mengapresiasi keputusan penyidik Badan Reserse Kriminal Mabes Polri yang menetapkan Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama sebagai tersangka perkara penodaan agama.

    Menurut mantan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat itu, apa yang dilakukan kepolisian sudah mewujudkan sistem yang transparan dan dilakukan secara profesional.

    "Tentu saya mengapresiasi dan menghargai apa-apa yang sudah dilakukan oleh pihak Polri, dan semua pihak harus menghargai," kata Setya Novanto saat ditemui di Kantor Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar, Jalan Anggrek Neli Raya, Jakarta Barat, Kamis, 17 November 2016.

    Setya juga berharap umat Islam dan masyarakat dapat turut serta mengawal proses hukum terhadap Ahok dengan sebaik-baiknya, karena kepolisian juga mengusut perkara tersebut secara terbuka.

    "Tentu kami harapkan bisa menerima, karena ini merupakan satu proses yang harus dilakukan dan ini yang perlu kami percayakan kepada pihak-pihak hukum," tutur Setya.

    Hari ini, Setya Novanto mengadakan pertemuan dengan Ketua Umum Partai Nasional Demokrat Surya Paloh beserta pemimpin dan jajaran Partai Nasional Demokrat (NasDem) di kantor DPP Golkar. Partai Golkar dan Partai NasDem merupakan dua dari gabungan partai yang mendaftarkan Ahok sebagai calon Gubernur DKI ke Komisi Pemilihan Umum Provinsi DKI Jakarta.

    Rencananya, mereka akan membahas kelanjutan dan rencana ke depan sehubungan dukungan kedua partai tersebut terhadap pencalonan Ahok-Djarot untuk maju sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta pada pilkada 2017. Hingga berita ini diturunkan, kedua belah pihak masih berada di ruangan rapat tertutup.

    DESTRIANITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Pilkada Langsung, Melalui DPRD, dan Asimetris

    Tito Karnavian tengah mengkaji sejumlah pilihan seperti sistem pilkada asimetris merupakan satu dari tiga opsi yang mungkin diterapkan pada 2020.